LIMAPULUH KOTA, METRO–Sekretaris Komisi II DPRD Provinsi Sumatera Barat, Nurkhalis Dt.Bijo Dirajo, melihat lokasi Arung Jeram dialiran Batang Sinamar di Jorong Aia Baba, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, sangat bagus, menantang dan layak dipromosikan menjadi objekwisata. “Di Lima Puluh Kota potensi Arung Jeram di Batang Sinamar ini sangat bagus, menantang dan layak dipromosikan untuk menjadi objekwisata,” begitu disampaikan Nurkhalis Dt.Bijo Dirajo, ketika membuka acara Festival Arung Jeram Lareh Sago Halaban tahun 2021, Sabtu (30/10), di Jorong Aia Baba, Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Dengan pelaksanaan Festival Arung Jeram 2021, diharapkan Nurkhalis Dt.Bijo Dirajo, lokasi aliran Batang Sinamar di Aia Baba, bisa dikelola menjadi destinasi sport tourism. Selain itu, akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Nagari Halaban, Ampalu dan Tanjung Gadang yang ada dikawasan aliran Batang Sinamar. “Harapan kita dengan adanya Festival Arung Jeram ini dapat meningkatkan potensi wisata yang ada di Lareh Sago Halaban. Dengan begitu kita kedepan akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, terutama ekonomi kawasan yang ada di jalur sungai yang dilalui batang Sinamar,” harap Politisi Muda Gerindra ini optimis.
Disampaikannya, dengan pengelolaan yang profesional diharapkan spot Arung Jeram ini mendapat respon baik dari semua kalangan terutama masyarakat, pemerintah daerah dari pelaku wisata dan wisatawan, maka tentu Festival Arung Jeram ini bisa terus digelar untuk tahun-tahun mendatang. “Kita lihat dulu kegiatan ini dari segi positifnya, sukses dilaksanakan dan dapat memberikan nilai tambah dan positif untuk masyarakat nagari dan sekitarnya, akan kita lanjutkan,” sebutnya.
Meski sempat diundur karena pendemi covid-19, namun acara Festival Arung Jeram yahun 2021 di Lareh Sago Halaban kali ini sukses digelar selama Dua hari, Sabtu-Minggu (30-31/10) yang diikuti sebanyak 12 Tim dari berbagai daerah di Sumatera Barat. “Awalnya kita rancang pertama tahun 2020 di Batang Agam, dan 2021 di Lima Puluh Kota, tetapi karena covid-19 akhirnya baru dapat dilaksanakan tahun ini. Digeser dua-duanya pada tahun yang sama, sehingga terkesan acara ini memang kurang terencana,” ucap Dt. Bijo Dirajo.
Tokoh masyarakat Luak Limo Puluah ini berharap dukungan dari pemerintah Provinsi dan Lima puluh Kota untuk dapat meningkatkan perekonomian dikawasan Lareh Sago Halaban. “Karena kegiatan ini sektornya di Dinas Pariwisata Provinsi, tentu koordinasinya dinas terkait. Kalau dukungan dari Pemerintah Lima Puluh Kota, kita melihat, kalau memang pejabat-pejabat hadir tentu mereka akan dukung. Tetapi beberapa kali kegiatan memang kurang minat, kita gak tau juga, apakah ini terpengaruh pendemi covid-19 atau tidak. Harapan kita mari kita sukseskan bersama-sama untuk bisa meningkatkan perekonomian dikawasan lareh sago halaban,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Hendri Agung Indrianto, kepada wartawan memuji alam Kabupaten Lima puluh Kota yang memiliki beragam postensi wisata, seperti Lembah harau, belum lagi kulinernya. “Jadi, Festival Arung Jeram ini mudah-mudahan kedepan bisa menjadi salah satu tujuan wisata. Dalam beriwisata bagaimana orang banyak datang, lama tinggalnya dan banyak uang yang mereka belanjakan, dengan adanya Arung Jeram akan menambah lama mereka tinggal,” sebutnya.
Dia menyebut, Dinas Pariwisata Sumbar juga terus mendukung, salah satu bentuknya mengadakan ivent-ivent, dengan demikian masyarakat bergerak, tahu didaerahnya ada potensi, lalu dikelola. “Kemudian juga bimbingan teknis, pelatihan dalam berbagai hal, keramah tamahan dan pelayanan dalam berbagai bimtek yang dilakukan,” ucapnya.
Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, beberapa waktu lalu saat kunjungan ke-Aia Baba, kepada wartawan menyampaikan, bahwa pariwisata merupakan program unggulan dalam RPJMD selain Infrastruktur, IKK Sarilamak, Pertanian dan pelayanan publik. Untuk itu dirinya mendorong masing-masing nagari untuk berinovasi mengetahui potensi nagarinya.
Melalui pariwisata, disampaikan Bupati pilihan rakyat Lima puluh Kota ini, akan melahirkan ekonomi baru. Dilokasi objekwisata akan berdiri kantin, restoran dan penginapan. Dengan begitu, perekonomian masyarakat dikawasan wisata akan meningkat. “Pariwisata adalah program unggulan dalam priode kepemimpinan kita. ini akan melahirkan ekonomi baru, dilokasi wisata akan dibangun kantin, restoran dan penginapan, berarti nagari sudah berinovasi menggali sumberdaya nagari, dan dikembangkan menjadi sumber ekonomi,” ucapnya. (uus)






