PURUS, METRO–Oknum tukang parkir yang beberapa hari lalu viral di media sosial akibat melakukan pemalakan terhadap pengunjung objek wisata Danau Cimpago Pantai Padang, akhirnya berhasil diringkus oleh petugas Polsek Padang Barat, Senin (25/10) dinihari.
Kapolsek Padang Barat Kompol Marti, mengatakan setelah foto terduga pelaku pemalakan yang sempat baku pukul dengan pengunjung itu viral di media sosial, timnya segera bergerak untuk mencari oknum tukang parkir yang diduga melakukan aksi pemalakan liar tersebut.
“Kami telah mengamankan oknum petugas parkir inisial ZG (22) yang diduga kuat telah melakukan pemalakan kepada pengunjung pantai beberapa hari lalu, terduga pelaku kami tangkap di rumahnya di Jalan Purus V,” ujar Kompol Martin.
Dikatakan, setelah mendapatkan informasi mengenai adanya aksi pemalakan liar dan premanisme yang kerap terjadi di kawasan objek wisata Pantai Padang, selain mencari keberadaan oknum tersebut, pihaknya juga langsung memintai kartu identitas dan perizinan sejumlah tukang parkir liar yang ada di kawasan objek wisata tersebut.
“Untuk menjaga kenyamanan para pengunjung pantai, kami akan melakukan pemantauan dan penertiban secara terus menerus bagi para tukang parkir liar yang tidak mengantongi izin dari instansi terkait,” ujarnya.
Sebelumnya, diketahui bahwasanya seorang pengunjung objek wisata Danau Cimpago Pantai Padang, mengalami perbuatan yang tidak menyenangkan dari salah seorang oknum tukang parkir, foto oknum yang melakukan pemalakan tersebut sempat diambil oleh korban dan viral di media sosial pada Sabtu (23/10).
Korban bernama Joni (35), mengaku saat itu ia bersama anaknya tengah bermain pasir pantai, lalu datang oknum tukang parkir yang tidak mengenakan rompi petugas parkir resmi tersebut untuk meminta uang parkir.
“Saya jawab sebentar lagi saya bayar karena saya baru datang, namun tukang parkir itu malah mengatakan bayar parkir atau barangkek ang dari siko, aden ka setoran, lah jam bara hari ko,” ujar Joni mengulangi kata-kata oknum pemalak tersebut.
Tidak terima dengan ucapan tukang palak tersebut, Joni langsung mendatangi dan menanyakan identitas petugas parkir tersebut, namun oknum tersebut malah naik pitam dan mengucapkan kata- kata kasar kepada Joni.
Ketika itulah, menurut Joni terjadi aksi saling dorong dan baku pukul, keduanya lalu dilerai dan dipisahkan oleh warga, ketika si oknum pemalak akan pergi, Joni sempat mengambil fotonya dan mengunggah di media sosial yang kemudian viral.
Raju: Pengamanan Pantai Padang Ditingkatkan
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Raju Mindrova mengungkapkan pasca penangkapan pelaku pemalakan liar berkedok juru parkir, bernama Zamzami Gunawan (22), Dinas Pariwisata akan terus meningkatkan pengawasan sehingga memberi rasa aman kepada pengunjung pantai.
“Alhamdulillah, petugas Polsek Padang Barat berhasil menangkap pelaku. Semoga ini menjadi pelajaran bagi oknum masyarakat yang lain yang punya niat yang sama terhadap pengunjung. Mereka akan berhadapan dengan hukum,” sebut Raju, usai berkunjung ke Polsek Padang Selatan Senin (25/10) siang.
Seperti yang diketahui, pelaku ZG (22) adalah warga Purus V Gang Sawo, Kelurahan Purus, Kecamatan Padang Barat. Dengan kejadian ini, menurut kata Raju, pengamanan terhadap pengunjung akan semakin ditingkatkan di Pantai Padang. Hal ini agar kejadian yang sama tidak terulang lagi.
“Kita maunya Pantai Padang ini benar-benar bebas dari aksi pemalakan. Sehingga pengunjung merasa nyaman,” sebut Raju.
Dinas Pariwisata sudah melakukan rapat koordinasi dengan koramil dan unsur Muspika setempat untuk lebih meningkatkan pengamanan terhadap pengunjung. Karena selama ini yang mengelola parkir di Pantai Padang adalah petugas di bawah koordinasi unsur Muspika.
Nantinya, petugas parkir juga sekaligus bertindak sebagai petugas keamanan di kawasan pantai. Petugas akan dilengkapi identitas yang jelas. Nantinya juga akan dibuat baliho yang memuat tulisan, bahwa jika tidak ada petugas parkir resmi, parkir di Pantai Padang gratis. Petugas parkir resmi dilengkapi dengan paning dan seragam.
Selain itu, pihaknya juga akan bekerjasama dengan Satpol PP untuk menempatkan petugas di sana. Semua dengan pengamanan yang ketat, oknum masyarakat yang mencoba memeras pengunjung akan berfikir ulang. (rom/tin)






