METRO PADANG

Preman Pantai Padang Bakuhantam dengan Pengunjung, Minta Uang Parkir dan Berkata Kasar, Pelaku Z Dicari Polisi

2
×

Preman Pantai Padang Bakuhantam dengan Pengunjung, Minta Uang Parkir dan Berkata Kasar, Pelaku Z Dicari Polisi

Sebarkan artikel ini
PERKETAT PENGAMANAN PANTAI— Aparat kepolisian melakukan patroli dan meningkatkan keamanan di kawasan Pantai Padang setelah video seorang preman yang meminta uang parkir kepada pengunjung dan terlibat perkelahian viral, Sabtu (23/10) malam. Sementara Dinas Pariwisata dan pihak terkait lainnya, Minggu (24/10) melakukan rapat koordinasi dengan kepolisian, Koramil untuk menangkap pelaku berinisial Z, warga Purus.

PURUS, METRO–Tukang palak kembali bikin ulah di kawasan Pantai Padang. Karena tak kunjung mendapat uang, si pemalak mengusir pe­ngunjung pantai. Akibat­nya, terjadi bakuhantam an­tara si pengunjung dan tu­kang palak. Aksi pemala­kan ini sudah viral pembe­ri­taan­nya sejak Sabtu (23/10) malam.

Peristiwa pemalakan terjadi di kawasan Pantai Purus, Sabtu (23/10). Tepat­nya di depan toilet umum. Korban bernama Joni (35) menceritakan, awalnya dia sedang bermain pasir ber­sa­ma anaknya. Tiba-tiba datang seorang pria yang mengaku petugas parkir dan meminta uang parkir.

“Saya jawab, nanti se­ben­tar lagi saya bayar, saya kan baru datang, saya lagi main sama anak,” ucap Joni.

Namun, menurut Joni, pria tersebut tidak terima. Sambil berkata-kata kasar, pria itu memaksa minta bayaran uang parkir dan mengancam akan mengu­sir Joni jika tidak mau mem­­bayarnya.

“Bayar parkir atau ba­rangkek dari sini. Saya mau setoran, sudah jam berapa hari ini,” ujar Joni me­ngulangi kata-kata oknum pemalak itu.

Mendengar kata-kata yang tidak pantas dari pria tersebut, Joni mende­ka­tinya dan menanyakan identitas sebagai petugas parkir. Namun yang terjadi si pria malah naik pitam.

Joni balik mengatakan akan melaporkan perbua­tan­nya pada dinas terkait dan penanggung jawab par­kir area Pantai Purus Padang.

Pada saat itulah terjadi perkelahian antara kedua­nya dan beruntung sejum­lah pengunjung segera datang menengahi perse­teruan tersebut.

Seorang petugas parkir yang enggan disebutkan namanya, mengatakan pria tersebut memang se­ring berseliweran di kawa­san Pantai Padang dan me­minta uang pada pengunj­ung. “Dia itu warga Purus III, sering tawuran juga, bikin resah di sini,” tutur dia.

Baca Juga  Gubernur Resmikan Jembatan RS Unand, Mobilitas Pasien, Nakes, Mahasiswa dan Warga Lebih Efisien dan Aman

Berharap Perhatian Pemko

Salah satu saksi mata Armen (55) mengaku sa­ngat terganggu dengan keberadaan tukang palak di Pantai Padang. Sebab, ti­dak hanya mengalami hal yang sama, ia juga sering melihat pengunjung dipa­lak oleh preman di ka­wa­san pantai.

“Ini sangat merusak citra objek wisata pantai, orang-orang seperti ini harus diberi efek jera, ja­ngan hanya ditangkap, dibina, tidak akan mempan. Bahkan setelah keluar dari pen­jara mereka makin som­bong,” katanya.

Dia berharap hal ini menjadi perhatian serius Pemko Padang dan instan­si yang bertanggung jawab terhadap parkir. “Kita ingin bersantai dengan keluarga di pantai tanpa gangguan pemalak,” harapnya.

Pengunjung lainnya, Rina yang berada di lokasi kejadian saat itu, bahwa oknum pemalak langsung memperlihatkan aro­gan­nya pada pengunjung keti­ka minta bayaran parkir.

“Saya melihat yang nga­ku petugas parkir men­do­rong abang itu duluan dan berkata kasar,” te­rang­nya.

Rina mengaku kejadian serupa pernah dialaminya, bahkan lebih dari sekali. Modus oknum pemalak beragam, ada yang me­maksa pengunjung mem­be­li minuman yang dita­warkan dengan cara me­maksa dan harga yang tidak wajar.

“Saya sudah lebih dari tiga kali mengalaminya, kadang kita bawa keluarga dari luar kota, mau dilawan gak enak juga terpaksa dibayar saja,” ujarnya.

Rina berharap ada petu­gas jaga yang aktif me­ngontrol agar para pe­ngun­jung aman dan nya­man untuk datang ke pan­tai Padang.

Baca Juga  Wali Kota Padang Larang Mall Suruh Karyawan Muslim Pakai Atribut Natal

Raju Mindrova:

Z  Sedang Dicari

Plt Kepala Dinas Pari­wisata Kota Padang, Raju Mindrova mengatakan pi­hak­nya sudah berkoor­di­nasi dengan Polsek Padang Barat dan Koramil untuk mencari pelaku, karena pelaku bukan petugas par­kir resmi. Namun hingga Minggu sore kemarin pela­ku tidak ditemukan diru­mahnya.

“Inisialnya Z. Pas dicari dirumahnya, dia tak ada. Sampai sekarang, petugas Padang Barat dan Koramil masih melakukan penca­rian,” sebut Raju. Pelaku menurut Raju adalah war­ga Purus. Saat ini rumah dan identitasnya sudah dikantongi petugas.

Kejadian ini, kata Raju sudah dua kali terjadi di bu­lan Oktober. Sebe­lum­nya, pada 6 Oktober juga terjadi pemalakan terha­dap pe­ngunjung. Namun pela­kunya sudah di­tangkap.

Ke depan, kata dia, Dinas Pariwisata sudah melakukan rapat koor­dinasi dengan Koramil dan unsur Muspika setempat untuk lebih meningkatkan pengamanan terhadap pe­ngunjung. Karena selama ini yang mengelola parkir di Pantai Padang adalah petugas di bawah koor­dinasi unsur Muspika.

Nantinya, petugas par­kir juga sekaligus bertindak sebagai petugas keama­nan di kawasan pantai. Petugas akan dilengkapi identitas yang jelas. Nan­tinya juga akan dibuat bali­ho yang memuat tulisan, bahwa jika tidak ada pe­tugas parkir resmi, parkir di Pantai Padang gratis. Petugas parkir resmi di­lengkapi dengan paning dan seragam.

Selain itu, pihaknya ju­ga akan bekerjasama de­ngan Satpol PP untuk me­nempatkan petugas di sa­na. Semua dengan pe­nga­manan yang ketat, oknum mas­yarakat yang men­coba memeras pengun­jung, akan berfikir ulang. (tin)