JAKARTA, METRO–Ratusan mahasiswa menggelar unjuk rasa di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10). Demonstrasi dilakukan bertepatan dengan tujuh tahun pemerintahan Presiden Jokowi. Para mahasiswa menilai kepemimpinan Jokowi masih mengecewakan. Mereka menilai selama tujuh tahun pemerintahan Jokowi, kondisi Indonesia makin mundur. “Kami menemukan justru bukannya dia memajukan Indonesia, tetapi dia membuat Indonesia mundur. Apalagi dua tahun terakhir ini,” kata salah satu orator di atas mobil komando.
Massa mahasiswa juga meminta Jokowi mundur dari jabatannya. “Mundur, mundur, Jokowi,” teriak orator tersebut.
Para mahasiswa juga menyebutkan utang negara yang makin bertambah juga menunjukkan kemunduran Indonesia. “Utang negara mencapai Rp 4 triliun. Bayangkan, teman-teman, 4 triliun,” lanjut orator tersebut. Orator demo juga mengungkit kasus korupsi dan permasalahan agraria selama pemerintahan Joko Widodo.
KSP Kirim Perwakilan Temui Massa
Sementara itu Kantor Staf Presiden (KSP) mengutus perwakilan menemui mahasiswa yang berunjuk rasa dalam rangka 7 tahun pemerintahan Presiden Jokowi, di Kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (21/10). Koordinator Pusat Aliansi BEM SI Kaharudin menyatakan para mahasiswa meminta Moeldoko yang merupakan kepala staf presiden untuk menemui massa.
“Mereka bilang di kawasan Monas, di tenda putih, tetapi kami minta Moeldoko yang temui massa,” kata Kaharudin di kawasan Patung Kuda.
Dia juga menyebutkan para mahasiswa yang melakukan unjuk rasa juga akan menyampaikan kajian yang telah disusun oleh BEM SI. Usai terlibat negosiasi, Tenaga Ahli Utama Kedeputian IV KSP Joanes Joko menyatakan mempertimbangkan tuntutan massa.
“Nanti kami komunikasi dulu,” kata Joanes. Pantuan JPNN.com, hingga pukul 16.27 WIB, ratusan mahasiswa yang melakukan demonstrasi masih bertahan di kawasan Patung Kuda. Para mahasiswa yang masih bertahan meneriakkan agar KSP Moeldoko menemui massa. “Pak Moeldoko, Pak Moeldoko, Pak Moeldoko, ayo ke sini,” teriak mahasiswa BEM SI. (mcr8 /jpnn)





