SAWAHLUNTO, METRO–Masjid Ijitihad Sikalang Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto akan mendapatkan gelontoran dana bantuan sebesar Rp 59 juta dari Kementerian Agama RI dalam waktu dekat ini.
Kasi Bina Faham Keagamaan Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI Idrianto Faisal menjelaskan, saat ini tengah melakukan verifikasi bantuan mesjid Ijtihad Sikalang, Kamis (14/10). “Mudah-mudahan dalam minggu besok sudah masuk ke rekening masjid bersangkutan,” ujar Idrianto.
Selain Sawahlunto kata dia, ada 5 masjid lain di Sumbar menerima bantuan serupa, yakni Masjid Al Hijrah Kota Padang, Masjid Baitul Akbar serta Masjid Ahsanul Khaliqin Kabupaten Pesisir Selatan, Masjid An-Nur Kabupaten Limapuluh Kota dan Masjid Jihad Kabupaten Pasaman.
“Ini nilainya tidak seberapa dibandingkan dengan bantuan lain, kami yakin kekuatan masjid adalah kekuatan masyarakat, pemerintah tentu tidak bisa memberikan bantuan lebih, silahkan dimanfaatkan,” tutur Idrianto kepada ketua pengurus masjid Ijtihad Sikalang, yang didampingi Kasi Bina Faham Keagamaan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Barat, Pelaksana tugas Kasi Bimas Islam Kantor Kemenag Kota Sawahlunto. “Insya Allah minggu besok cair sehingga bisa disalurkan dengan cepat,” ujar Idrianto.
Kepala KUA Kecamatan Talawi, Afri Delson mengemukakan, aktifitas pembinaan keagamaan maupun partisipasi masyarakat Sikalang dibanding desa lain selama ini dikenal sangat baik. “Bagi kami bantuan ini sangat berarti demi pengembangan keagamaan di desa Sikalang, terimakasih semoga tercatat sebagai amal saleh,” ulas Delson.
Ketua pengurus masjid Ijtihad Sikalang, Maizul Fahmi mengungkapkan, 70 persen dana pembangunan masjid berasal darii perantau. “Meski modal awal renovasi masjid ini hanya Rp 10 juta, bersama masyarakat kami bertekad akan menyelesaikan, Alhamdulillah setelah dimulai ada saja bantuan dari perantau, perusahaan tambang termasuk Kemenag sekarang padahal jika mengandalkan dana dari warga saja mungkin belum bisa seperti ini,” terang Delson.
Untuk kegiatan masjid sebutnya, disamping pembinaan mental spritual bagi anak-anak maupun remaja pun menyelenggarakan pelatihan menjahit bagi generasi muda. “Paling tidak mereka bisa memperbaiki pakaian keluarga sendiri,” ujar Maizul. (pin)





