JAKARTA, METRO–Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen dr Budiman menjelaskan kendala yang dihadapi pihaknya dalam mengawal program vaksinasi Covid-19. “Kendala yang dihadapi dalam serbuan vaksinasi ini ada tiga pilar,” kata Budiman dalam program Bicara Kekinian Mencari Solusi (Bikin Risol) yang ditayangkan pada akun JPNN.com di Youtube, Rabu (13/10).
Budiman mengakui distribusi vaksin pada awal program ini sempat menjadi kendala lantaran tidak berlangsung lancar. Tetapi, saat ini stoknya sudah banyak dan distribusinya jauh lebih baik.
“Bapak Panglima selalu memerintahkan untuk segera lakukan sebanyak-banyaknya vaksinasi yang ada sehingga betul-betul tercapai target yang diharapkan,” tuturnya.
Kendala lain yang dihadapi TNI di lapangan ialah penolakan masyarakat terhadap vaksin Covid-19. Perwira tinggi angkatan darat itu menyebut penolakan terjadi karena pengetahuan masyarakat yang masih kurang dan maraknya hoaks tentang vaksin.
Kemudian, kendala ketiga ialah jumlah vaksinator yang tidak merata. Budiman mengeklaim TNI AD, AL, dan AU telah mencetak 10 ribu vaksinator pada awal program vaksinasi Covid-19 ini.
Saat ini jumlahnya sudah makin bertambah seiring dengan adanya perintah serbuan vaksinasi “Jadi, kami pun melakukan pelatihan-pelatihan sehingga jumlah vaksinator kami sudah sangat banyak,” papar Budiman. Dalam upaya penanganan Covid-19, Budiman menyebutkan tiga pesan yang disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.
Pesan tersebut ialah melakukan penanggulangan Covid-19 melalui upaya pencegahan, deteksi, dan penanganan.
Marsekal Hadi juga menginstruksikan TNI untuk melaksanakan vaksinasi terhadap 70 persen populasi di Indonesia agar kekebalan komunal bisa terbentuk. Mayjen Budiman mengatakan target vaksinasi Covid-19 untuk 70 persen populasi masyarakat Indonesia itu diharapkan bisa selesai pada akhir tahun 2021. Pesan lainnya ialah untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan. (mcr9/jpnn)






