AIA PACAH, METRO–Penanganan kasus Covid-19 terus menunjukkan tren positif di Kota Padang dalam beberapa pekan terakhir. RSUD Rasidin sebagai rumah sakit rujukan virus corona tersebut sudah tidak merawat pasien.
Direktur RSUD Rasidin Padang, Herlin Sridiani mengatakan hingga Rabu (13/10), pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin Padang sudah tidak ada lagi alias nol. Semua dokter dan perawat yang pernah dipekerjakan sebelumnya kini dialihkan untuk melayani rawatan lain.
“Sekarang sudah tak ada lagi pasien Covid-19 di RSUD. Jadi semua dokter dan perawat yang sebelumnya kita kontrak untuk merawat pasien Covid-19, sekarang menangani layanan atau di unit lain di RSUD ini,” kata Herlin di Media Center Balaikota Padang, kemarin.
Rasidin Padang.
Ia menjelaskan, pada saat kasus virus corona menjadi-jadi, RSUD merekrut tenaga dokter tambahan sebanyak 20 orang, perawat 35 orang serta tenaga pembantu lainnya. Semuanya kini tak ada lagi menangani pasien Covid-19, karena pasiennya memang sudah tidak ada.
Dijelaskan, semua dokter dan perawat yang berstatus pegawai kontrak di BLUD RSUD Rasyidin itu dipekerjakan untuk layanan lain. Seperti suntik vaksin, layanan medical cek up dan lainnya. “Jadi tim medis seperti dokter, dan perawat tak ada yang kita berhentikan. Semuanya tetap dipekerjakan,” kata Herlin.
Sementara itu, jumlah pasien Covid-19 yang telah dirawat di RSUD sejak April 2020 sampai 12 September 2021 tercatat sebanyak 1.522 orang.
Dari jumlah tersebut, yang sembuh adalah sebanyak 1.474 orang atau 96,6 persen. Sebanyak 10 orang dirujuk dan 25 orang pulang atas permintaan sendiri karena mau melanjutkan isolasi mandiri dirumah. Sementara itu korban meninggal dunia sebanyak 13 orang.
Di sisi lain, selain tren angka kasus Covid yang terus menurun, Pemko Padang saat ini juga menggencarkan pencapaian vaksinasi. Capaian sasaran vaksinasi di Padang telah mendekati angka 45%. Angka tersebut diperoleh setelah dilakukannya vaksinasi massal di seluruh kelurahan di daerah tersebut.
“Hingga Selasa (12/10) sore, capaian vaksinasi di angka 44,26%,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani.
Ia menuturkan bahwa pihaknya telah menargetkan 10.000 warga tervaksin dalam sehari. Hal ini bertujuan agar terbentuk herd immunity di tengah masyarakat.
“Kita menargetkan 10.000 ribu sehari. Pada Senin (11/10), masih 8.000 warga yang divaksin,” sebutnya.
Pun begitu Kadiskes optimis sasaran vaksinasi mencapai angka 50% pada akhir Oktober nanti. Terlebih dalam kurun waktu lima hari ini dilaksanakan vaksinasi massal di Kota Padang.
Lebih jauh disebutkannya, vaksinasi massal merupakan langkah yang dilakukan Pemko Padang agar Kota Padang turun ke level 3 PPKM. Kadiskes berharap partisipasi aktif warga untuk mendatangi sentra vaksinasi. Seperti di kelurahan maupun difasilitas kesehatan.
“Mari kita datangi sentra vaksin untuk melindungi diri dari Covid-19,” ajaknya. (tin)






