PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah bersama Wakil Gubernur, Audy Joinaldy, resmi melepas kontingen Sumbar menuju PON XX Provinsi Papua tahun 2021, Senin (27/9) di Auditorium Gubernuran Sumbar. Pada PON tahun ini, Sumbar menargetkan 16 medali emas.
Mahyeldi mengatakan, sebahagian atlet sudah ada yang duluan berangkat ke Papua untuk mempersiapkan terlaksananya pertandingan dengan sebaik-baiknya. Bahkan sudah ada cabang eksebisi yang memperoleh prestasi cukup baik. Yakni, satu emas, dua perak dan satu perunggu.
“Insya Allah dari informasi yang kita terima pembukaan 2 Oktober 2021 nanti. Beberapa cabang sudah mulai bertanding dan menuai prestasi. Ini sangat membanggakan,” ungkapnya.
Pemberangkatan atlet ke Papua memang memiliki tantangan yang berbeda dengan memberangkatkan atlet ke Jakarta, Bandung dan daerah Jawa lainnya. Karena memberangkatkan atlet dengan jarak tempuh sampai tujuh jam.
“Dengan tantangan yang cukup berat, tapi kita bisa memberangkatkan 300 orang,” ungkapnya.
Mahyeldi menyampaikan kepada pelatih dan ofisial, bahwasannya, karena ini kompetisi antar orang dan manusia, karena itu situasi yang kondusif perlu dihadirkan.
“Kepada Pengurus KONI, ofisial dan pelatih jangan bebankan atlet dengan permasalahan apapun yang mengganggu pikiran dan perasaan atlet. Apapun yang dibutuhkan atlet harus jadi prioritas,” tegasnya.
“Kami harapkan atlet juga bisa fokus untuk meraih prestasi terbaik, berkompetisi dengan kemampuan yang terbaik untuk mengharumkan nama Sumbar,” tambahnya.
Mahyeldi juga mengatakan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumbar perlu mensupport atlet agar dapat memberikan kepercayaan diri para atlet. “Kalau perlu kunjungi. Kasih support dan semangat untuk berkompetisi,” imbaunya.
Mahyeldi juga meminta para atlet agar keluarkan seluruh potensi untuk dapat memenangkan pertandingan. Berusaha untuk menghadirkan keterampilan terbaik.
“Atlet yang bertanding dalam PON ini bukan hanya diri kita sendiri. Bukan daerah di mana kita berasal. Yang kita bawa ke sana nama Sumatra Barat, keunggulan Sumatra Barat dan kebesaran nama Sumatra Barat,” tegasnya.
Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih kepada perantau Minang di Papua yang memberikan dukungan penuh kepada kontingen Sumbar. Mereka menyambut dengan baik dan berharap atlet Sumbar dapat melahirkan prestasi. Karena prestasi atlet Sumbar juga kebanggaan bagi mereka.
“Ketika atlet mampu memperoleh prestasi terbaik, akan memberikan kegairahan semangat dan percaya diri bagi atlet-atlet muda yang berlatih sekarang untuk menuju kompetisi yang akan datang,” ucapnya.
“Kami yakin target masuk 10 besar bisa diraih dengan baik. Insya Allah,” ungkap Mahyeldi sambil meneriakan yel-yel “semangat” kepada para atlet.
Masuk 10 besar ini bisa nomor dua, nomor empat, nomor enam dan nomor 10. Bahkan kalau perlu tekadnya bisa masuk lima besar.
Pada kesempatan itu, Mahyeldi menjanjikan bonus kepada atlet. Jumlah bonus yang diberikan tidak akan kurang dengan jumlah bonus PON tahun sebelumnya.
Seperti diketahui pada PON di Jawa Barat, atlet Sumbar peraih medali emas mendapat bonus Rp200 juta, kemudian Rp50 juta untuk perak dan Rp25 juta untuk peraih perunggu.
Mahyeldi juga meminta agar ofisial mempersiapkan dan pertanggungjawaban dana pemerintah yang telah digunakan baik itu SPJ atau dokumen lainnya agar tidak terjadi permasalahan hukum nantinya.
Ketua KONI Sumbar, H Agus Suardi menyebutkan, sebagian atlet pelatih dan official sudah ada yang berangkat menuju Papua. Kontingen Sumbar dalam mengikuti PON XX Papua terdiri dari 343 orang. Jumlah itu masing-masing 188 atlet, 58 pelatih dan 97 oficial.
Beberapa atlet akan bertarung dalam cabang dayung, gantole, panjat tebing, taekwondo, muangthai, paralayang, serta panahan dan senam. Ada juga beberapa yang dari cabang eksebisi seperti hapkido, selancar, dan e-sport,” ujarnya.
PB PON di Papua menurutnya, telah menyambut kontingen dengan baik. Pemberangkatan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.
“Untuk persiapan atlet kita sudah mulai sejak Februari 2020 sampai dengan Juli 2021. Dan dilanjutkan TC khusus yang langsung diawasi KONI dengan pembentukan tim monitoring dan evaluasi yang melibatkan lembaga terkait seperti UNP,” ujarnya.
“Terimakasih kepada Pemprov Sumbar yang telah mendukung kontingen Sumbar selama ini,” ucapnya.
Hadir pada pelepasan malam itu, Forkopimda, atlet, oficial dan pelatih dan OPD di lingkup Pemprov Sumbar. (ADP)






