METRO SUMBAR

Akibat Bencana Banjir Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen

0
×

Akibat Bencana Banjir Ratusan Hektare Sawah Gagal Panen

Sebarkan artikel ini

PASAMAN, METRO – Pemerintah Kabupaten Pasaman mencatat, sebanyak 503 hektare lahan pertanian milik warga yang berada di empat kecamatan di daerah itu gagal panen. Kegagalan panaen tersebuit diakibatkan dihantam bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 9 Oktober 2018 lalu.
Hingga saat ini belum diketahui secara pasti berapa kerugian yang dialami warga pemilik lahan, akibat bencana alam tersebut. Pasalnya, Pemkab Pasaman melalui SKPD terkait masih melakukan pendataan secara keseluruhan. Sehingga, setelah pendataan tersebut bakal diketahui kerugian petani akibat bencana alam itu.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultural Dinas Pertanian Kabupaten Pasaman Efrianto mengatakan, ratusan hektare lahan pertanian masyarakat itu terdapat di empat kecamatan di Kabupaten Pasaman. Di antaranya meliputi Kecamatan Bonjol, Dua Koto, Tigo Nagari dan Mapattunggul.
”Ini baru pendataan sementara yang kita kumpulkan. Sementara kecamatan yang lain yang juga terkena dampak bencana banjir masih belum kita lakukan pendataan. Untuk kerugiannya sampai saat ini juga belum diketahui berapa angka pasti nominalnya karena perlu dirapatkan dengan sejumlah OPD terkait di lingkungan Pemkab Pasaman,” kata Efrianto.
Menurut Efrianto, tanaman padi masyarakat yang gagal panen tersebut terdiri dari lahan padi sebanyak 369 hektare, jagung 115 hektare serta kacang tanah dan lain-lainnya lebih kurang seluas 19 hektare.
Di Kecamatan Bonjol tanaman padi warga yang gagal panen 125 hektare, jagung 40 hektare, kacang tanah 11 hektare. Kemudian Kecamatan Duo Koto lahan tanaman padi warga yang gagal panen sebanyak 65 hektare, jagung 1 hektare, kacang tanah 2 hektare.
Lalu untuk Kecamatan Tigo Nagari lahan padi warga yang rusak 4 hektare. Sedangkan di Kecamatan Mapattunggul lahan jagung warga yang rusak seluas 23 hektare.
Terkait penanganan, dirinya menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Pasaman masih melakukan pendataan dan kajian akibat dampak bencana alam tersebut. Kemudian, bakal diupayakan rencana strategis untuk menormalisasi lahan pertanian masyarakat yang rusak tersebut. (cr6)

Baca Juga  Dijamu di Rumah Makan Marola, Bupati dan Wawako Bengkulu Berbagi Informasi