PAPUA, METRO–Meskipun bagian dari pertandingan cabang olahraga (Cabor) eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, namun prestasinya cukup membanggakan telah ditorehkan oleh atlet cabor Hapkido Sumbar di ajang multi event empat tahunan tersebut.
Pertandingan Cabor Hapkido yang berlangsung Sabtu (25/9) tersebut, Sumbar mendapatkan predikat juara umum 3 dengan perolehan 1 emas, 2 perak dan 1 perunggu dari 15 daerah yang menurunkan atletnya di Cabor yang berasal dari Korea Selatan ini. Sumbar berada di bawah Lampung yang memperoleh 4 emas dan 1 perak, DIY dengan 3 emas 1 perak dan 3 perunggu.
Ajang PON yang sejatinya resmi dibuka 2 Oktober mendatang, namun atlet Hapkido Sumbar telah menyumbangkan emas pertama bagi kontingen Sumbar di ajang PON XX Papua. Ini membuktikan atlet urang awak tidak bisa dipandang remeh. Walaupun keberangkatan ke Bumi Cendrawasih dinafikan KNI Sumbar.
Medali emas Cabor Hapkido tersebut diperoleh Roval Vara Berlin asal Padang yang main dari nomor Daeryun (Fighting) kelas Under 72 kg setelah mengandaskan perlawanan atlet dari DIY.
Sementara itu dua medali perak diraih atlet Hapkido Padang bernama Ahmad Falih Ardin yang turun di nomor Daeryun kelas Under 58 kg dan Novri di nomor Daeryun kelas Under 54 kg. Sedangkan medali perunggu diraih atlet Hapkido Padangpanjang bernama Bunga Permata Dewi di nomor Daeryun kelas Under 51 kg.
”Saya sangat terharu dan bercampur bahagia dengan meraih emas, walaupun ini merupakan pertandingan eksebisi, namun kedepan kita akan diperhitungkan pada PON berikutnya,” ujar Roval.
Ketua Pengprov, Hapkido Sumbar, Risnaldi Ibrahim mengatakan, untuk PON XXI mendatang Sumbar telah memiliki atlet masa depan yang bisa mengharumkan nama daerahnya. “Sebagai pengurus kita sangat bangga atas prestasi yang diukir. Tentunya ini akan menjadi perhatian kita bagaimana kedepanya untuk mengembangkan olahraga asal Korea ini bisa terkenal seperti olahraga beladiri lainnya,” ujar Risnaldi.
Dikatakan, dari enam atlet yang dikirim ke PON XX Papua, 4 atlet berhasil meraih medali dan berhasil menjadikan Sumbar juara 3 umum di Cabor Hapkido di bawah Lampung dan DIY, sehingga menjadi suatu hal yang patut dibanggakan.
”Alhamdulillah dari enam atlet yang dikirim, empat mendapatkan medali. Satu medali emas, dua medali perak, satu perunggu. Dengan prestasi yang diraih di PON XX Papua ini, kita akan mempersiapkan atlet-atlet untuk bisa menjadi pemenang di PON selanjutnya. Kemudian, para atlet ini juga dipersiapkan untuk menghadapi kejurnas (kejuaraan nasional). Kita juga harapkan atlet kita lebih berprestasi lagi. Dari tiga besar sekarang, besok kita di posisi satu besar lagi, insya Allah,” imbuh Risnaldi.
Sementara, Ketua Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Hapkido Sumbar Bastra Sinaro mengatakan, pengalaman pertama atlet Hapkido Sumbar cukup memuaskan dan bisa meraih apa yang diharapkan.
”Pengalaman perdana mereka sudah ditunjukkan dengan baik. Saya optimis dengan olahraga bela diri apapun, termasuk Hapkido akan tetap bisa persembahkan medali. Langkah pertama kalian saya pikir sudah cukup sukses. Saya tunggu prestasi internasional kalian semua. Esok pasti Kau-kibarkan merah putih di negeri orang,” ujarnya.
Ia tidak lupa mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para donatur yang telah memberikan support baik secara materil maupun non materil, sehingga atlet dan official Hapkido Sumbar yang total berjumlah 9 orang tersebut bisa berangkat ke Papua dan menyumbangkan medali untuk mengharumkan nama Sumbar di kancah Nasional.
”Kami dari pengurus Hapkido Sumbar juga mengucapkan ribuan terimakasih kepada para donatur yang telah memberikan support agar kami bisa berangkat dan kembali ke bumi minang dengan selamat, tak lupa Danlantamal II Padang Laksamana TNI Hargianto dengan supportnya, dan pengurus Hapkido lainnya yang telah bekerja ekstra bagaimana Hapkido Sumbar bisa turun di ajang PON ini,” sebutnya.
Sedangkan tim Hapkido yang berangkat ke Papua yakni Bambang Satria dan Rolef Leogustri selaku pelatih, 4 atlet putra yaitu Rovaldo Vara Berlin, Novri, Ahmad Falih Ardin, dan Hendro Fani, 2 atlet putri yaitu Nadira Adilawati, dan Bunga Permata Dewi, serta satu orang wasit Yon Deri Karata. (rom)
















