PDG.PARIAMAN, METRO–Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, tinjau gebyar vaksinasi massal dan mengharapkan siswa-siswi menjadi agen perubahan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 “Siswa dapat menjadi agen perubahan dalam memutus rantai perkembangan covid-19 di Kabupaten Padangpariaman,” kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, di SMK N 1 Sintuak Toboh Gadang dalam rangka gebyar vaksinasi massal bagi pelajar.
Bupati mengatakan dari 1.221 jumlah siswa yanga ada di SMKN 1 Sintuak Toboh, baru 331 siswa yang mendapatkan izin dari orang tua, maka masih banyak tugas yang harus diselesaikan hingga vaksin dapat diberikan kepada seluruh siswa di sekolah ini.
“Vaksin ini tidak menyakitkan, vaksin ini halal, vaksin bukan obat namun vaksin untuk menambah daya tahan tubuh agar lebih terhindar dari virus covid-19. Padangpariaman memiliki target vaksin sebanyak 333.732 sasaran, namun yang baru tercaoai hanya 11,57 persen, sehingga masih banyak sasaran agar pemberian vaksin dapat menjadi 100 persen di Kabupaten Padangpariaman,” ujarnya.
Ia juga berharap para siswa yang belum mendapatkan izin dari orang tua agar bisa membujuk orang tua serta mengajak orang tua untuk divaksin sehingga dapat memutus rantai covid-19 di Kabupaten Padangpariaman
Senada dengan itu Alza Syofian Andri mengatakan SMK N 1 Sintuak Toboh Gadang berjumlah 1.221 orang siswa dari 5 program keahlian setelah menyebarkan angket untuk izin orang tua hanya sebanyak 331 ini akan terus ditindak lanjuti.
“Kami terus menghimbau siswa untuk melaksanakan vaksinasi masal terlebih siswa SMK akan masuk dunia industri dan dunia kerja selama 4 bulan, oleh karenanya sangat diperlukan bagi siswa untuk divaksin,” ungkapnya.
Dalam gebyar vaksinasi masal bagi pelajar di SMK N 1 Sintuak Toboh Gadang tersebut, Bupati didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan H Anwar, Kadis Perikanan Zainil, Wakapolsek, Danramil, tim dari Dinas Kesehatan dan tim dari Bagian Prokopim Setda.(efa)





