LIMAPULUH KOTA, METRO–Tim penilai kinerja kepala madrasah (PKKM) Kanwil Kemenag, Provinsi Sumatera Barat, disambut hangat Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, H.Naharudin di MTsN 6 Piladang, Lima Puluh Kota, Rabu (22/9) pagi.
Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag, Provinsi Sumbar, Drs. H.Samsyul Arifin, M.Pd, yang memimpin rombongan menyampaikan bahwa, penilaian kinerja Kepala Madrasah dalam rangka mengukur kinerja Kepala Madrasah. Untuk saat ini penilaian khusus yang 4 tahunan.
Dia juga mengatakan hal-hal yang dinilai dari Kepala Sekolah Madrasah dilingkungan Kanwil Kemenag, Sumatera Barat, ada Lima. Seperti, manajerial, Kewirausahaan, Supervisi, Prestasi dan Pola Kerja. “Dari akomulasi penilaian itu akan menentukan posisi Kepala Sekolah nantinya,” ungkap Syamsul Arifin, kepada wartawan.
Bila hasil penilaian kurang, sebutnya maka Kepala Madrasah akan dilakukan pembinaan dan pelatihan seperti wordshop. Bila tidak juga bisa dibina dan memperlihatkan kinerja yang baik, maka akan dikembalikan kepada posisi semula yaitu guru. “Ya, sebenarnya Kepala Sekolah itu kan Guru yang diperbantukan menjadi Kepala Sekolah, jadi kalau sudah tidak bisa dibina maka kita akan kembalikan pada posisi guru kembali. Dan bagi yang berprestasi akan kita beri reword,” sebutnya.
Kepala Kemenag Lima Puluh Kota, H. Naharudin, dalam sambutannya menyampaikan jika penilaian terhadap kinerja kepala madrasah terkait kualitas Kepala Madrasah itu sendiri dan didukung oleh Guru, Siswa dan lingkungan sekolah. “Penilaian ini terkait dengan kualitas Kepala Madrasah,” ucapnya.
Dia menyebut untuk Lima Puluh Kota ada Enam Kepala Madrasah yang akan dinilai, Empat MTsN, Satu MAN dan Satu MIN. “Di Lima Puluh Kota ada Enam Kepala madrasah yang dinilai, dan kita optimis semua Kepala Madrasah kita memiliki kinerja yang baik dan terukur. Kemudian kita yakin bahwa kepala madrasah kita memiliki inovasi, kreativitas dan terobosan untuk kemajuan SDM anak didik dan sekolah,” ungkapnya.
Kepala MTsN 6 Piladang, Lima Puluh Kota, Nur Ali, mengaku siap untuk dinilai dan optimis bisa menjadi yang terbaik. Rasa optimis itu disampaikannya, karena memiliki Lima faktor kriteria yang dinilai. “Kita optimis, karena kita memiliki kelima hal yang masuk dalam kriteria penilaian itu. Dan ini berkat kerja sama semua Siswa, Guru dan lingkungan sekolah,” sebutnya yakin meski baru pertama kali mengikuti penilaian kinerja kepala madrasah ini. (uus)





