SAWAHAN, METRO–Ketua Komisi IV DPRD Padang, Azwar Siry mengaku, mendukung dengan pembentukan panitia khusus (Pansus) di DPRD Padang, dalam menyikapi anggaran yang dipergunakan pengurus KONI Padang.
”Kita ingin persoalan di KONI Padang cepat diselesaikan. Saat ini kita curiga ada kesan sesuatu yang ditutup-tutupi di KOINI,” kata Azwar Siry, yang merupakan kader Demokrat ini.
Azwar mengatakan, dalam waktu dekat komisi IV segera memasukkan surat ke pimpinan DPRD untuk pembentukan Pansus itu. Tentu, dalam menindaklanjuti sikap pengruus KONI Padang yang tidak mengindahkan rekomendasi DPRD Padang. Selain itu juga menyikapi soal anggaran di KONI Padang, karena diduga yang tidak beras yang mereka tutup-tutupi.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Padang, Mastilizal Aye mengatakan, dengan pembentukan Pansus, DPRD ingin mengejar soal penggunaan dana KONI yang jumlahnya miliaran rupiah.
”Terutama menyangkut dana kejuaraan gulat yng mencapai Rp500 juta, kemudian dana anmggaran tahun 2021 sebesar Rp3,2 miliar yang tak jelas pertanggungjawabannya. Dengan pansus kita harap ada kejelasan soal dana itu,” kata Mastilizal Aye.
Kemudian terkait Musorkotlub KONI Padang yang tidak ada penbacaan laporan pertamggungjawaban keuangan (Lpj). ”Ini tentu hal ini perlu dipertanyakan? Kenapa Lpj tidak ada di dalam Musorkotlub tersebut. Seharusnya dalam Musorkotlub harus ada laporan soal aset serta keuangan. Kalau tak ada, itu lebih kacau lagi. Sebab, yang dipergunakan dana APBD bukan dana pribadi,” katanya.
Sementara anggota Komisi I DPRD Padang Budi Syahrial pun mempertanyakan soal tidak adanya Lpj di Musorkotlub KONI Padang yang digelar di Hotel Imelda tersebut. “Kalau tidak ada hal yang ditutup-ditutupi, kenapa Lpj tidak mereka bacakan. Kita dorong aparat hukum kepolisian atau kejaksaan untuk mengusut kalau memang ada dugaan-dugaan penyelewengan penggunaan anggaran yang dilakukan pengurus KONI Padang tersebut,” papar Budi. (ade)





