SAWAHAN, METRO–Rapat Paripurna Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Padang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2022 oleh Walikota Padang, digelar di gedung DPRD Padang, Jumat (10/9) lalu. Ini sesuai Peraturan Perundang-undangan, sebagaimana penyusunan APBD TA 2022 tersebut secara khusus diatur melalui Permendagri No.27 Tahun 2021 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2022.
Walikota Padang, Hendri Septa menyebutkan RAPBD yang disampaikan telah melalui beberapa tahapan proses sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan. Yaitu, berdasarkan penyusunan kebijakan umum anggaran tahun 2022 dan penyusunan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD tahun 2022 yang telah kita sepakati bersama pada 7 Agustus 2021 yang lalu.
Ia mengungkapkan, tahun 2021 ini merupakan tahun ketiga kepemimpinan Walikota Padang periode 2019-2024. Berdasarkan RPJMD 2019-2024 visi Kota Padang yaitu “Mewujudkan Masyarakat Kota Padang yang Madani Berbasis Pendidikan, Perdagangan dan Pariwisata Unggul serta Berdaya Saing”.
“Pelaksanaannya melalui 7 misi dan diwujudkan melalui 9 prioritas pembangunan Kota Padang dengan tema pembangunan Kota Padang tahun 2022,” sebutnya.
Ia menyampaikan pokok-pokok kebijakan dan rencana pendapatan dan belanja daerah tahun 2022. Sebagai pertimbangan utama dalam menentukan pendapatan daerah tahun anggaran 2022 yaitu didasari beberapa hal. Diantaranya atas perkiraan pertumbuhan ekonomi, rasionalitas nilai kekayaan daerah dan perkembangan perekonomian nasional dan dampaknya terhadap perekonomian Kota Padang.
“Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka pendapatan daerah pada APBD Kota Padang TA 2022 diperkirakan sebesar Rp2,597 triliun. Jika dibandingkan dengan APBD TA 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp70,182 miliar atau naik 2,70 persen,” paparnya.
Secara rinci pendapatan daerah tersebut dijelaskan untuk pendapatan asli daerah (PAD) Kota Padang dalam APBD 2022 direncanakan sebesar Rp991,25 miliar. PAD ini bersumber dari pendapatan pajak daerah sebesar Rp770,526 miliar.
Kemudian retribusi daerah Rp85,166 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp20 Miliar serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp115,558 Miliar. Selanjutnya pendapatan daerah juga didapat dari pendapatan transfer dan lain-lain pendapatan daerah yang sah.
Dengan berbagai perkembangan di atas, maka pada RAPBD 2022 rencana belanja daeeah dianggarkan sebesar Rp2,688 Triliun. Jika dibandingkan dengan APBD 2021 mengalami kenaikan sebesar Rp148,07 Miliar atau naik 5,51 persen.
“Alokasi anggaran ini digunakan untuk pelaksanaan program, kegiatan dan sub kegiatan yang terkait dengan prioritas pembangunan serta untuk mewujudkan visi dan misi Kota Padang sebagaimana ditargetkan dalam RPJMD 2019-2024. Begitu juga disinkronisasikan dengan prioritas pembangunan nasional dan Provinsi Sumbar serta fokus dalam penanganan Covid-19 serta memulihkan dampak ekonominya,” terangnya.
Ia menyampaikan harapannya agar pembahasan Ranperda APBD Kota Padang 2022 tersebut dijadikan prioritas bersama DPRD dengan semangat mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemajuan Kota Padang ke depan.
“Kami menyadari apa yang RAPBD Kota Padang TA 2022 sampaikan tersebut masih perlu penyempurnaan. Untuk itu semoga dalam proses selanjutnya dapat lebih kita sempurnakan melalui konsultasi badan anggaran (Banggar) DPRD dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebelum ditetapkan menjadi Perda. Semoga berjalan dengan lancar dan sesuai harapan tentunya,” paparnya.
Sementara Wakil Ketua DPRD Kota Padang Arnedi Yarmen mengatakan setelah ini DPRD akan mengagendakan pembahasan, paling lambat pegesahan 30 November 2021 nanti. Dan apa yang telah disampaikan oleh walikota, kita akan melihat secara tekhnisnya di dinas – dinas terkait, bagaimana merealisasikan itu secara kongkrit pada masyarakat.
“Kita di DPRD, sebagaimana bagian dari janji – janji walikota tetang pencapaian RPJMD,ini kita akan lihat nanti. Mudahan-mudahan ini sudah sesuai dengan janji – janji wali kota. Jika sudah sesuai baru kita sahkan nanti,” pungkasnya.
Sedangkan untuk peningkatan PAD, Arnedi menilai hal itu bagus untuk kemajuan Kota Padang. Kemudian banyak program yang disampaikan, seperti program pemberdayaan ekonomi masyarakat, masalah fasilitas masyarakat, peningkatan pelayanan dari aparatur pemerintah.
“Dan ini bisa kita lihat nanti secara rinci nantinya setelah pembahasan APBD ini dijabarkan nanti,” ungkapnya. (ade)






