SAWAHLUNTO, METRO–Tokoh masyarakat (Tomas) Desa Sijantang, H Jaswandi Pandito Batuah mengibahkan tanahnya bersertifikat hak miliknya seluas 800 meter persegi kepada Kemenag RI melalui Kemenag Sawahlunto. Lahan seluas ratusan meÂter persegi tersebut untuk lokasi pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu Kota Sawahlunto.
Jaswandi tak memikirkan harta untuk dunia, akan tetapi kekayaan yang peroleh dari Allah SWT disumbangkan untuk syiar Islam. “Rezeki saya sudah cukup melimpah diberikan Allah, kini saatnya saya bebuat sesuatu demi kemasylahatan ummat daÂlam beribadah.” ungkap Jaswandi, Selasa kemarin.
Jaswandi bercerita, tanah tersebut berada pada posisi strategis, saÂngat dekat dengan jalan raya dan cocok untuk lokasi Pusat Pelayanan Haji dan Umrah. Soal sertifikat, tanah itu milik pribadinya dan sudah diserahkan sebagai prasyarat pengusulan pembangunan ke Kementerian Agama RI meÂlalui Kepala Kantor Kemenag Sawahlunto belum lama ini.
Dengan telah diajukannya permohonan ke Kemenag RI itu, SawahÂlunto mulai mendapat perhatian pemerintah pusat untuk mencadangkan angÂÂgaran pembangunannya melalui APBN Kemenag RI sekitar Rp 3 miliar pada tahun 2022, tetapi karena pengusulannya sedikit terlambat disebabkan status tanah belum ada kepastian. Maka Jaswandi terpanggil untuk menghibahkan asetnya itu sebagai sarat utama. DiÂkabarkan ke dia, usulan Kemenag Sawahlunto ke Kemenag RI telah mendapat lampu hijau bisa masuk APBN 2022 atau 2023.
Apa yang diinginkan Jaswandi tiba-tiba mau menyerahkan sebidang tanah yang cukup luas itu selain untuk amal ibadah ? Dengan enteng dia menjawab, bila rencana itu terealisasi maka akan berÂdampak positif terhadap pekonomian maÂsyarakat sekitar.
“Saya berpikir untuk jangka panjang, saat ini banyak warga saya menggantungkan hidup bekerja sebagai pemulung batubara ditambang-tambang rakyat yang mulai sulit meraih penghasilan untuk memenuhi kebutuhan haÂrian mereka. Dengan aÂdanya pusat manasik haji dan umrah ini mereka dapat membuka usaha baru sebagai pedagang makanan dan souvenier diÂtempat yang disediakan untuk UKM. InsyaAllah, dengan cara ini kehidupan mereka akan terbantu,” kata Jaswandi.
Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Sawahlunto H.Zainul Arizal Dt.ÂBandaro Putiahmenyebutkan, rencana pembaÂnguÂnan pusat pelayanan haji dan umrah itu sudah laÂma. Akan, tetapi pihaknya kesulitan mengajukan perÂsyaratan karena terbentur masalah lahan bersertifikat yang diminta Kemenag RI karena lembaga ini tidak menyediakan anggaran pengadaan pengadaan lahan, kecuali hanya untuk infrastruktur.
Ditengah kegalauan itu, seorang tokoh maÂsyarakat Sijantang dengÂan ikhlasnya bersedia menghibahkan tanahnya yang sudah bersertifikat seluas 800 m2 untuk pembangunan pusat manasik haji dan umrah tersebut.
“Alhamdulillah, syarat pengusulan tentang rencana tersebut sudah lengÂkap dan sudah sampai ke Kemenag RI untuk proses lebih lanjut. Meski usulannya terlambat dikirim kaÂreÂna menunggu kelengkapan administrasi, pihak Kemenag RI akan coba memasukan dalam program APBN 2022, jika tak bisa kemungkinan besar masuk dalam APBN 2023 dengan nilai pembanguÂnan sekitar Rp 3 miliar, ” ujar Zainul. (*/pin)
















