AGAM/BUKITTINGGI

Batik Tulis Minang Diharapkan jadi Ciri Khas Agam

0
×

Batik Tulis Minang Diharapkan jadi Ciri Khas Agam

Sebarkan artikel ini
PEMBUATAN BATIK TULIS—Bupati Agam Andri Warman meninjau pembuatan batik tulis Minang Tirai Ampek Angkek hasil produksi siswa SMKN 1 Ampek Angkek.

AGAM, METRO–Bupati Agam meninjau pembuatan batik tulis Minang Tirai Ampek Angkek hasil produksi SMKN 1 Am­pek Angkek, Selasa (7/9). Kedatangan orang nomor satu di Agam tersebut, di­sambut hangat Kepala SM­KN 1 Ampek Angkek, Gusti Kamal, Camat Ampek Ang­kek, Yogi Astarian, Ang­gota DPRD Agam, wali nagari, dan lainnya.

Gusti Kamal mengatakan, batik tulis ini merupakan, salah satu bidang yang diajarkan di sekolahnya, yaitu bidang keahlian Kriya Kreatif Batik dan Tekstil. “Saat ini ada 6 orang pekerja tetap untuk membuat batik tulis tersebut, yang juga merupakan alumni SMKN 1 Ampek Angkek,” jelas Gusti.

Baca Juga  Amankan Libur Lebaran, Satpol PP Bukittinggi Utamakan Sikap Humanis

Dikatakan, untuk menghasilkan satu kain batik tersebut, membutuhkan waktu 3 hari, tergantung banyaknya motif yang di­buat. “Motif yang kami fokuskan sekarang adalah motif Tirai Ampek Angkek, karena motif tersebut me­rupakan ciri khas dari Ampek Angkek,” jelas Gusti.

Namun, tambahnya, pihaknya juga masih membuat berbagai motif lainnya, menyesuaikan dengan selera pasar. Untuk satu helai kain batik tulis tersebut, pihaknya membandrol harga Rp300 hingga Rp500 ribu, sesuai dengan tingkat kesulitan, dan motif yang dibuat.

Sementara, Bupati A­gam Andri Warman memberikan apresiasinya atas kegiatan yang dilakukan di SMKN 1 Ampek Angkek. Andri Warman berharap, agar SMKN 1 Ampek Ang­kek dapat bersinergi dengan Pemkab Agam dalam pemasaran berbagai pro­duk yang dihasilkan.

Baca Juga  Perkuat Hubungan dengan Tokoh Adat Selesaikan Masalah Warga di Kota Bukit­tinggi

Karena saat ini pihaknya berencana akan membuat suatu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang bergerak di bidang pemasaran. Di mana nanti­nya produk-produk yang dihasilkan masyarakat, akan dibantu dipasarkan pemerintah melalu BUMD tersebut.

“Kita berharap, ke de­pan batik tulis ini dapat dan terus berkembang, serta bisa dijadikan sebagai pakaian seragam di lingku­ngan Pemkab Agam dan menjadi ciri khas di Kabupaten Agam,” harap bupati. (pry)