PADANG, METRO–Dua pelaku utama begal yang merampas Handphone (HP) dengan ancaman senjata tajam (sajam) jenis parang dimana aksi ini terekam kamera pengawas (CCTV) dan viral di media sosial (medsos), berhasil diamankan oleh tim Klewang Satreskrim Polresta Padang, Kamis (2/9) malam.
Dua pelaku berinisial AD (19) dan SPP (23) ini merupakan pelaku utama yang turun langsung dari sepeda motor mereka dan merampas HP korban sambil mengacungkan parang sehingga membuat korbannya takut hingga merelakan HPnya dilarikan oleh pelaku.
“Melihat korban berjalan sendiri, SPP turun dari sepeda motornya dan menghampiri korbannya sambil memainkan parang guna menakuti korban. SPP ini sempat kembali ke sepeda motornya, namun pelaku AD meneriakinya untuk mengambil HP yang tengah dipegang oleh korban,”ujar Kapolresta Padang, Kombespol Imran Amir saat jumpa pers, Jumat (3/9) didampingi Kasatreskrim Kompol Rico Fernanda.
Dikatakan oleh Imran, usai merampas HP korban, SPP dan AD kembali ke gerombolan mereka yang berjumlah 12 orang dengan 6 unit sepeda motor, dan meninggal korban dengan keadaan takut.
“Karena aksi mereka yang viral ini, mereka sempat berencana kabur ke luar kota Padang sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh tim Klewang,”kata Imran.
Awalnya, tim Klewang berhasil mengamankan 4 orang yang ikut dalam rombongan pelaku begal tersebut pada Rabu (1/9) yang lalu sebelum akhirnya dua pelaku utama menyerahkan diri pada Kamis (2/9) malam karena 4 rekannya yang telah diamankan.
“Tiga pelaku berinisial FK (19), Y (16), dan R (17) diamankan di terminal Air Kuning Bukittinggi saat menunggu travel untuk berangkat ke kota Pekanbaru sedangkan satu pelaku lainnya, EY (16) kabur ke daerah Surantih, Kabupaten Pesisir Selatan namun menyerahkan diri pada Rabu malam tersebut,” sebut Imran.
Dilanjutkannya, mengetahui 4 rekannya yang telah diamankan tersebut, dua pelaku utama yaitu AD yang sempat kabur ke Payakumbuh dan SPP yang berencana kabur ke kota Pekanbaru akhirnya turut menyerahkan diri ke Polresta Padang pada Kamis malam.
“Barang bukti yang kami amankan yaitu sweter berwarna putih, dan jaket warna kuning yang masing-masing digunakan oleh dua pelaku utama saat beraksi dan sesuai dengan rekaman CCTV yang ada,”ujar Imran.
Selain itu turut diamankan, 3 buah senjata parang, besi bengkok menyerupai celurit, HP Realme C3 milik korban, dan 3 unit sepeda motor yang digunakan oleh pelaku saat beraksi.
“Para pelaku akan dikenakan pasal 365 ayat 2 KUHP serta undang-undang RI nomor 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak mengingat 3 diantara yang diamankan merupakan anak dibawah umur dengan ancaman hukuman diatas 12 tahun penjara,”imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, empat orang yang terlibat dalam komplotan begal berparang setelah videonya viral di media sosial merampas Hp wanita di Jalan Kampung Nias V, Kecamatan Padang Selatan, beberapa waktu lalu, akhirnya ditangkap Tim Klewang Satreskrim Kepolisian Resor Kota Padang.
Komplotan ini ditangkap di dua tempat berbeda pada Rabu (1/9). Tiga orang ditangkap di Bukittinggi, sedangkan satu orang lagi ditangkap di Kota Padang. Keempat pelaku yakni YO (16), VI (19), RE (17), dan Y (16).
Kasat Reskrim Polresta Padang Kompol Rico Fernanda mengatakan, komplotan penjahat jalanan yang beraksi membawa senjata tajam untuk menakuti korbannya, berdomisili di Simpang Patai, Indarung, Kecamatan Lubuk Kilangan.
“Para pelaku rata-rata masih remaja. Mereka telah dibawa ke Polresta Padang untuk menjalani pemeriksaan,” terang Kompol Rico Fernanda, Kamis (2/9).
Dijelaskasn Kompol Rico, selain menangkap empat anggota komplotan pelaku begal yang aksinya viral di medsos, pihaknya juga mengamankan dua tersangka lainnya yang ikut berperan membantu aksi para pelaku dan merencanakan pelarian pelaku ke Pekanbaru.
“Mereka rencananya kabur ke Pekanbaru dengan menaiki travel dari Bukittinggi, tapi berhasil dibekuk sebelum berangkat,” katanya.
Tidak itu saja, sambung Rico, bersama ketiga remaja itu juga turut diamankan warga Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman berinisial D (32) yang diduga telah memberikan pertolongan jahat.
“Karena D diduga telah menampung ketiga pelaku saat lari dari Kota Padang, dan mengantarkannya ke Bukittinggi,” ungkapnya.
Lalu di Padang, petugas juga menangkap satu pelaku yakni Y (16) yang ikut langsung dalam rombongan saat melakukan aksi begal. Bersama Y juga diamankan G (18) yang mempunyai peran membuang sepuluh senjata tajam yang digunakan pelaku ke sungai.
“Dari keterangan para pelaku diketahui bahwa komplotan yang diduga melakukan begal pada Minggu pagi terhadap seorang perempuan sebanyak 12 orang dengan jumlah sepeda motor 6 unit,” katanya.
Sebelumnya, segerombolan pria memegang parang yang diduga membegal wanita di Jalan Kampung Nias V, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang terekam kamera pengawas atau CCTV. Sontak saja, video begal itu viral setelah diupload ke media sosial (medsos) Instagram.
Dalam narasi postingan, akun ini menyebutkan aksi begal terjadi pada Minggu (29/8) sekitar pukul 05.35 WIB. Video itu memperlihatkan wanita yang menjadi korban sedang berjalan kaki. Kemudian, datang segerombolan orang dengan mengendarai sepeda motor sekitar tujuh unit.
Mereka sempat melambat saat melintas di dekat korban. Salah seorang pelaku yang berboncengan terlihat turun dan menghampiri korban. Pria diduga begal ini memegang dua parang lalu mendekati korban dan langsung menjauh sambil memainkan parang di kedua tangannya.
Setelah itu, pria tersebut kembali lagi ke arah korban untuk mengambil handphone yang dipegang. Korban terlihat sangat ketakutan dan sempat mempertahankan handphone miliknya.
Namun datang salah seorang pelaku lainnya yang juga memegang parang, sehingga handphone korban dapat diraih. Para pelaku pun langsung kabur, sedang korban tampak histeris. (rom)





