AIA PACAH, METRO–Cuaca ekstrem ekstrem yang melanda seluruh perairan di Kota Padang sejak awal tahun menyebabkan sedikitnya 12 korban tewas tenggelam dan hanyut. Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Barlius menyebut, angka kasus warga tenggelam ini sangat tinggi jika dibanding tahun lalu.
“Data kita di tahun 2020, orang tenggelam di tahun 2020 hanya 3 orang. Sekarang, sejak awal tahun hingga Agustus meningkat jadi 12 orang,” kata Barlius di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (1/8).
Kejadian ini disebabkan banyak faktor. Terutama faktor kelalaian dan kelengahan. Korbannya rata-rata adalah anak-anak. Karena mereka menganggap bermain air adalah hal yang menyenangkan. Sehingga mereka lupa jika pada titik-titik tertentu bisa berbahaya.
Selain itu juga ada karena faktor cuaca yang juga berpengaruh pada keadaan ombak serta arus air. Barlius mengimbau agar semua masyarakat untuk waspada, sehingga tidak menjadi korban hanyut atau tenggelam.
Selain musibah itu, ada beberapa kejadian lain yang terjadi di Kota Padang. Yakni, pohon tumbang 288 titik, banjir 26 lokasi, longsor 5 lokasi, angin puting beliung 5 lokasi, gempa bumi 8 lokasi, kekeringan 29 lokasi.
Selain itu, musibah yang masih terus diwaspadai adalah penyebaran Covid-19 yang sudah membuat 523 orang meninggal, 41.948 terkonfirmasi positif dan 39.199 orang sembuh. (tin)






