SOLSEL, METRO–Kepala MTsN 6 Solsel, Jasrul SPd dinilai Tim Penilai Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) yang diketuai Jhon Of Riezal One dari Kanwil Kementerian Kemenag Sumbar, Selasa (31/8). Turut hadir Waka Kurikulum, Agus Negsi, Waka Sapras Dra. Herlinon, Waka Kesiswaan, Deswarni Yanti SAg, serta seluruh majelis guru, dan pegawai Tata Usaha Madrasah. “Dasar dilaksanakan penilaian adalah bagian dari amanat UU, Peraturan Pemerintah, dan Peraturan Menteri Agama RI dalam meningkatkan mutu pendidikan di madrasah,” kata, Jhon.
Tujuan dilaksanakan penilaian kinerja kepala madrasah yaitu pertama untuk mendapat gambaran tentang sejauh mana terlaksananya tugas pokok dan fungsi serta tanggung jawab kepala madrasah. “Kemudian, yang kedua untuk memperoleh data hasil tugas dan tanggung jawab Kepala Madrasah,” jelas Jhon.
Pada kesempatan itu, Jhon memaparkan, mekanisme penilaian serta angka penilaian sesuai dengan prestasi yang dicapai madrasah dibawah kepemimpinan Jasrul. “Ruang lingkup PKKM mencakup usaha pengembangan madrasah, pelaksanaan tugas managerial, pengembangan kewirausahaan, pelaksanaan tugas supervisi pada guru dan tenaga kependidikan dan terakhir prestasi yang telah dicapai,” kata Jhon.
Sementara Jasrul dikesempatan itu memaparkan berbagai usaha dan kemitraannya selama bertugas di madrasah yang terletak di Kecamatan KPGD sejak tahun Januari 2020. “Kita bersama dengan majelis guru melakukan pembinaan ahklak siswa agar santun berbicara pada siapa saja serta mendidik siswa berlaku santun saat siswa masuk sekolah di pagi hari,” kata Jasrul.
Kondisi madrasah saat ini, jumlah guru PNS 9 orang, guru sertikasi Kanwil Kemenag 7 orang, didukung guru honorer 9 orang dengan pegawai Tata Usaha sebanyak 3 orang (PNS) dan 4 orang (honorer). Sedangkan jumlah siswa baru tahun kemaren tercatat sebanyak 105 siswa (5 lokal), dengan total siswa madrasah sebanyak 221 siswa dengan jumlah lokal belajar sebanyak 10 kelas.
Sedangkan, aktivitas lain yang dilakukan madrasah itu antara lain pembinaan tahfizd, selama 15 menit setiap hari sebelum pelajaran di mulai dimasing lokal dengan bimbingan guru yang mengajar pada jam pertama. Selain itu ada juga pembinaan khatib dan dakwa setiap jumat, dan kegiatan pelatihan Pramuka (setiap Jumat) dan latihan seni drumband setiap sabtu, ” jelas Jasrul.
”Semua kegiatan atau pelatihan yang sudah dilakukan siswa, ditampilkan pada Pekan Dakwah dan Seni Madrasah (PDSM) yang dilaksanakan setiap Sabtu minggu pertama dan ke empat setiap bulannya,” tambah Jasrul.
Dijelaskan Jasrul beberapa prestasi yang diraih madrasah yang dipimpinnya, antara lain juara tahfizd lima jus tahun 2020 Tingkat Sumbar di MAN 1 Solok, Juara dua tahfidz di MAN Koto Baru Padang Panjang Tahun 2019.
Selanjutnya meraih sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi Tahun 2019, Juara 1 pembuatan vidio pembelajaran Tingkat Kabupaten yang diselenggarakan Kemenag.
Kegiatan lain yang dilaksanakan madrasah itu antara lain, pelatihan menjahit bagi siswa, khusus membuat masker dan mereka jual di koperasi madrasah.
Koperasi madrasah yang bernama Amanah memiliki dua unit usaha, pertama simpan pinjam dibawah koordinator Meliani dan usaha kosumsi dibawah koordinator Herlinon. ”Sedangkan omset usaha konsumsi setiap harinya mencapai Rp800 ribu, sedangkan unit simpan pinjam sudah mencapai maksimal pinjaman Rp5 juta,” jelas Jasrul. (*/afr)





