Bank Nagari Batusangkar gencar sosialisasikan kredit melawan rentenir di Tanahdatar. Bupati Tanahdatar Eka Putra menyambut baik pelaksanaan program MaRandang (Melawan Rentenir di Daerah Minang). “Saya sangat berterima kasih pada Bank Nagari yang telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Super Mikro,” kata Bupati di Batusangkar, Jumat kemarin.
Menurutnya, KUR Super Mikro yang diluncurkan Bank Nagari sangat membantu masyarakat, seperti yang dirasakan masyarakat Jorong Badui, Nagari Balimbiang, Kecamatan Rambatan, Tanahdatar. Bupati berharap KUR Super Mikro juga bisa dikembangkan di kecamatan lainnya di Tanahdatar.

Dikatakan bupati, program MeRandang ini sudah sangat sejalan dengan program kerja pemerintah daerah tanahdatar dalam upaya membebaskan masyarakat dari jeratan rentenir yang mencekik leher.
Seperti diketahui, Bank Nagari digandeng oleh Kredit Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR) sebagai salah satu program kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Sumbar tahun 2021 dengan nama “MaRandang” (Melawan Rentenir di daerah Minang).
Bank Nagari Cabang Batusangkar telah mendatangi kelompok pasar dan petani untuk mensosialisasikan dan merealisasikan program Marandang tersebut di Jorong Badui, Nagari Simawang, Kecamatan Rambatan, Tanahdatar, centra industri makanan batiah dan kerupuk ubi.
Respon pedagang dan industri kecil sangat bagus sekali dan setuju untuk mengalihkan kredit rentenir ke Bank Nagari dengan berbagai jumlah pengajuan dari 3 juta sampai dengan 10juta rupiah. “Program MaRandang adalah KUR super mikro dengan maksimal plafon 10 juta rupiah,” kata Fauzan Pemimpin Cabang Bank Nagari Batusangkar.
Dikatakan, dihari peluncuran MaRandang dihadiri secara virtual Bupati Tanahdatar Eka Putra dan Wakil Bupati Richi Aprian. Mereka menyambut baik program kredit/pembiayaan memberantas rentenir, Program yang sama akan segera juga diluncurkan khusus dari Tanahdatar, yang saat ini sedang dalam penganggaran subsidi sehingga masyarakat dapat memilih beberapa program kredit/pembiayaan melawan rentenir di Tanahdatar.
“Jika ada petani dan kelompok UMKM yang menginginkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi kantor Bank Nagari terdekat di Kabupaten Tanahdatar,” kata Fauzan.
Keberadaan rentenir seringkali meresahkan masyarakat, mereka memberikan pinjaman dana dengan bunga yang sangat tinggi, dengan berbagai kemudahan yang diberikan untuk menjerat masyarakat khususnya pelaku UMKM atau pedagang kecil.
Kemudian masalah lain tambahnya, masih rendahnya literasi masyarakat terhadap produk pembiayaan yang berizin dan diawasi oleh otoritas, sehingga hal itu menjadi tanggungjawab bersama oleh pihaknya dan pihak terkait, sehingga masyarakat semakin menyadari risiko apabila berhubungan dengan rentenir dalam mengajukan pinjaman.
Melalui Program MaRandang, masyarakat pemilik usaha super mikro bisa mengajukan pinjaman dengan syarat mudah dan cepat, hanya dalam 2 hari kerja. “Bahkan, kalau dokumen lengkap mungkin sehari atau setengah hari diharapkan sudah selesai dan bisa disalurkan. Ini harapan dan ikhtiar bersama, dengan tujuan bagaimana kebutuhan pinjaman masyarakat dapat terpenuhi,” kata Fauzan.
Para pedagang pasar yang saat ini dibawah koordinasi Dinas Koperindag Tanahdatar juga sudah mendata para pedagang yang terjerat rentenir untuk dituntaskan dengan program MaRandang.
Ditambahkan, sosialisasi kredit/pembiayaan melawan rentenir MaRandang terus dilaksankan di salah satu hotel di Batusangkar,dihadiri pelaku UMKM dari berbagai usaha di Tanahdatar dan sekitarnya. Dan kolaborasi Bank Nagari Batusangkar, Bank Nagari Syariah serta Bank Nagari Lintau yg dilaksanakan dalam program Bimbingan Teknis Kemasan, Label dan Pemasaran Produk yang diselenggarakan Dinas Koperasi & UMKM Provinsi Sumbar. (**)






