KOTA SOLOK -Sebutan Kota beras, bisa jadi mendorong Pemerintahan Kota (Pemko) Solok untuk meujudkan kembali Kota Solok menjadi daerah lumbung beras di kawasan Sumatera Barat. Tidak saja berupaya meningkatkan produktifitas hasil pertanian khususnya tanaman Padi, Pemko Solok melalui Dinas Pertanian serta didukung oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada dalam lingkungan Pemko Solok sendiri, juga berupaya meningkatkan kualitas beras dengan produk pertanian yang khas.
Anak Daro merupakan salah satu varietas padi unggul lokal yang telah menjadi kebanggaan warga Kota Solok. Sebagai bentuk dukungan, Wali Kota Solok Zul Elfian ikut turun kesawah guna melakukan Tanam padi varietas anak daro dalam rangka mendukung ketersediaan beras anak daro indikasi geografis (IG).

Sertifikat IG yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) pada Tahun 2018 dengan nama hak paten “Bareh Solok”, bisa jadi menjadi modal dalam mendorong upaya peningkatan kualitas dan kuantitas padi di Kota Solok. Hak paten ini mencakup tujuh kecamatan pada dua daerah tingkat dua dengan rincian dua kecamatan di Kota Solok. Sertifikat yang telah dimiliki oleh Masyarakat Peduli Indikasi Geografis (MPIG) itu diakui Zul Elfian merupakan pengakuan yang harus diujudkan. Dan MPIG ini akan bekerja sama dengan Badan Usaha Layanan Daerah (BLUD) yang akan didirikan oleh Pemerintah Kota Solok dalam usaha memurnikan beras Solok. “Seluruh tahapan untuk menghasilkan beras Solok ini akan diawasi oleh BLUD dan MPIG yang dibantu oleh OPD terkait sehingga beras yang dihasilkan terjamin kemurniannya,” harap Zul Elfian.
Kegiatan pananaman Padi varietas anak daro ini diharapkan Zul Elfian bertujuan untuk mendukung kesediaan produksi beras solok. selain itu juga bertujuan untuk menghindari adanya pemalsuan dan menjaga ketersediaan dan kualitas beras solok Dukungan dari seluruh petani Kota Solok atas kerja kerasnya selama ini mempertahankan eksistensi Beras Solok perlu didukung. Namun Zul Elfian mengingatkan menanam padi perdana kali ini jangan hanya sebatas seremonial saja.
Ketika berbicara tentang luas areal pertanianyang tersedia di Kota Solok, memang tidak seluas areal pertanian yang ada didaerah lain di Sumatra Barat. Akan tetapi keterbatasan areal pertanian yang hanya seluas 876 hektar, bukan berartiý Kota Solok berdiam dan tidak melirik sektor pertanian sebagai potensi yang menjanjikan secara ekonomis ”Upaya keras memang sangat dibutuh dalam memanfaatkan dan mengembangkan sektor pertanian ditengah-tengah keterbatasan lahan pertanian yang ada,” Ungkap Zul Elfian terkait potensi yang ada disektor pertanian.
Langkah untuk meningkatkan produktifitas sektor pertanian menjadi fokus perhatian Pemko Solok dalam menyikapi ketersedian lahan pertanian yang sangat terbatas. Secara bertahap pemanfaatan kemajuan teknologi pertanian, terus diperkenalkan dan diterapkan dalam pengolahan sawah bagi masyarakat petani. Tidak mudah memang, namun diakui Zul Elfian sekali lagi upaya keras harus dilakukan agar sektor pertanian di Kota Solok lebih bernilai ekonomis bagi masyarakat dan daerah. Bukan saja persoalan ancaman hilangnya lahan pertanian akibat kebutuhan perkembangan kota yang menjadi pemikiran Pemko Solok, namun merobah pandangan dan kebiasaan masyarakat petani dalam mengolah sawah juga menjadi tantangan.
Dari data yang ada pada Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kota Solok, terdapat 876 hektar hamparan areal persawahan sebagai penopang sektor pertanian. Lahan yang dapat dikatakan produktif dalam artian dapat digarap dua hingga 3 kali dalam setahun hanya sekitar 667 hektar saja. Itupun didukung dengan sistim pengairan setengah teknis dan sederhana.ý
Sisanya sebanyak 209 hektar, hanya dapat ditanami satu kali dalam setahun karena kondisi areal persawahan yang tadah hujan dan kurang didukung oleh sistim pengairan dan irigasi yang memadai. Pemanfaatan sistim pompa untuk mengalirkan air dari Batang Lembang ke areal persawahan masyarakat yang terbilang tadah hujan, juga telah diupayakan agar pemanfaatan lahan pertanian lebih maksimal.
Atas kegiatan tersebut, Perwakilan Kepala Dinas Perkebunan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sumatera Barat Yustiadi mengungkapkan apresiasi kepada Kota Solok yang telah melaksanakan penanaman padi varitas anak daro.“Semoga kualitas, kuantitas dan kontiniutasnya dijaga, sehingga petani yang selama ini sejahtera akan tetap diusahakan lebih sejahtera lagi” tegasnya. (***)






