SOLOK, METRO–Terkait pembahasan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok Tahun Anggaran 2022, Rusdi Saleh anggota DPRD Kota Solok menekankan, untuk anggaran tahun 2022 hendaknya lebih memperhatikan penguatan ekonomi masyarakat.
Untuk itu dalam pembahasan anggaran yang akan dituangkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok nanti, anggota DPRD Kota Solok akan selektif terhadap program yang diajukan pemerintah. Apalagi, saat ini ekonomi masyarakat berantakan karena dampak badai virus Covid-19, sehingga segala sektor kehidupan terdampak.
”Kita berharap untuk anggaran tahun 2022, Pemko Solok jangan terfokus kepada pembangunan fisik saja. Sebab masyarakat sangat membutuhkan pembangunan non fisik seperti program peningkatan perekonomian,” ujar Rusdi Saleh terkait pembahasan KUA/ PPAS 2022.
Menurut Rusdi, masyarakat sebetulnya lebih membutuhkan program untuk peningkatan perekonomian masyarakat. Sehingga program pemerintah yang diajukan untuk dianggarakan dalam APBD Kota Solok tahun anggaran 2022 nanti benar-benar berdampak langsung kepada masyarakat.
Apalagi Pemko Solok selalu menggadang-gadangkan programnya yang pro rakyat. Sehingga lanjutnya dalam melahirkan program hendaknya benar-benar berpihak kepada masyarakat.
Selain alasan tersebut, lanjutnya juga melihat pelaksanaan pembangunan fisik yang terkesan dipaksakan. Akibatnya, pembangunan tersebut dikhawatirkan tidak akan berjalan maksimal. Dan Pemko Solok menurutnya masih saja harus menyelesaikan persoalan pembangunan fisik yang bisa saja berpotensi menimbulkan masaalah nantinya.
DPRD Kota Solok bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Organisasi perangkat Daerah (OPD), memang telah membahas Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Solok Tahun Anggaran 2022. Sebelumnya telah dilaksanakan pembahasan KUA APBD Tahun anggaran 2022 dan pagu alokasi anggaran OPD oleh Badan Anggaran bersama Tim anggaran pemerintah daerah. (vko)






