METRO PADANG

Harga Cabai Anjlok, Rp18 Ribu/Kilogram di Pasar Raya Padang

0
×

Harga Cabai Anjlok, Rp18 Ribu/Kilogram di Pasar Raya Padang

Sebarkan artikel ini
Harga komiditi cabai merah di Pasar Raya Padang kembali anjlok.

PASARRAYA, METRO–Harga komiditi cabai merah di Pasar Raya Padang kembali anjlok. Hingga kemarin ko­moditi dapur ini diperdagangkan dengan harga Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.

Turunnya harga cabai me­rah ini diakui pedagang su­dah cukup lama terjadi. Pasokan cabai banyak masuk dari luar Sum­bar. Sementara di sisi lain, daya beli ma­syarakat makin ren­dah.

“Cabai merah dari luar Sumbar banyak masuk, sedangkan yang membeli makin berkurang,” kata Emi (45), salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Kamis (26/8).

Menurut Emi sejak pan­demi, daya beli m­as­yara­kat terus berkurang. Apa­lagi saat ini pemerintah ma­sih menerapkan Pem­ber­lakuan Pembatasan Ke­­giatan Masyarakat (PPKM) masih ber­lang­sung. PPKM yang berlang­sung sudah 1 bulan lebih membuat pedagang di pa­sar banyak yang rugi. Tidak ada pembeli lagi.

Baca Juga  RSUP M Djamil Siap Terima Gelombang Pasien Omicron, 16 Pasien Dirawat, Penularan Didominasi Klaster Keluarga

Banyak pegawai negeri bekerja di rumah. Akibat­nya mereka tak banyak belanja ke pasar. Biasanya, para PNS ini akan berbe­lanja setelah pulang be­kerja atau saat istirahat kan­tor. “Makin susah jual beli sekarang, belum lagi ancaman kena corona,” sebut Emi.

Pedagang kebutuhan pokok lainnya, Iyet (47) juga mengakui hal de­mi­kian. Minimnya daya beli membuatnya tak bisa ber­buat banyak untuk men­dapatkan banyak uang. Karena jual beli dagangan­nya sangat sepi.

“Yang datang ber­be­lanja ke pasar sangat ber­kurang. Tentunya jual beli juga turun. Sejumlah ru­mah makan dan restoran juga mengalami penu­ru­nan, tentu juga berimbas kepada kami ini pedagang yang menjual kebutuhan pokok di pasar,” katanya.

Baca Juga  Pemko Padang Gelar Beberapa Kegiatan saat Hari Kesiapsiagaan Bencana

Ia memprediksi, pe­ngu­rangan daya beli ini men­capai 50 persen jika dibandingkan dengan kon­disi normal. Rata-rata se­mua pedagang merasakan dam­pak Covid-19 dan PPKM. Terutama  pengu­rangan jual beli.

“Sekarang kami tak berani stok barang banyak banyak. Keadaan lagi su­sah. Jual beli  turun,” ulas­nya. (tin)