PASARRAYA, METRO–Harga komiditi cabai merah di Pasar Raya Padang kembali anjlok. Hingga kemarin komoditi dapur ini diperdagangkan dengan harga Rp16 ribu hingga Rp18 ribu per kilogram.
Turunnya harga cabai merah ini diakui pedagang sudah cukup lama terjadi. Pasokan cabai banyak masuk dari luar Sumbar. Sementara di sisi lain, daya beli masyarakat makin rendah.
“Cabai merah dari luar Sumbar banyak masuk, sedangkan yang membeli makin berkurang,” kata Emi (45), salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang, Kamis (26/8).
Menurut Emi sejak pandemi, daya beli masyarakat terus berkurang. Apalagi saat ini pemerintah masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlangsung. PPKM yang berlangsung sudah 1 bulan lebih membuat pedagang di pasar banyak yang rugi. Tidak ada pembeli lagi.
Banyak pegawai negeri bekerja di rumah. Akibatnya mereka tak banyak belanja ke pasar. Biasanya, para PNS ini akan berbelanja setelah pulang bekerja atau saat istirahat kantor. “Makin susah jual beli sekarang, belum lagi ancaman kena corona,” sebut Emi.
Pedagang kebutuhan pokok lainnya, Iyet (47) juga mengakui hal demikian. Minimnya daya beli membuatnya tak bisa berbuat banyak untuk mendapatkan banyak uang. Karena jual beli dagangannya sangat sepi.
“Yang datang berbelanja ke pasar sangat berkurang. Tentunya jual beli juga turun. Sejumlah rumah makan dan restoran juga mengalami penurunan, tentu juga berimbas kepada kami ini pedagang yang menjual kebutuhan pokok di pasar,” katanya.
Ia memprediksi, pengurangan daya beli ini mencapai 50 persen jika dibandingkan dengan kondisi normal. Rata-rata semua pedagang merasakan dampak Covid-19 dan PPKM. Terutama pengurangan jual beli.
“Sekarang kami tak berani stok barang banyak banyak. Keadaan lagi susah. Jual beli turun,” ulasnya. (tin)






