PADANG, METRO–Penyidik tindak pidana korupsi (Tipikor) Satreskrim Polresta Padang telah memeriksa sebanyak 10 orang dalam kasus surat bertanda tangan Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi yang digunakan untuk meminta uang sumbangan untuk penerbitan buku.
Para saksi yang diperiksa ini mulai dari lima orang yang sempat diamankan, beberapa pejabat pada Badan Perencancaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar hingga Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar Han Sastri.
“Sudah 10 orang saksi yang telah kami periksa. Mulai dari lima orang yang mengunakan surat, pihak Bappeda hingga Sekdaprov,” ujar Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda dihubungi Senin (23/8).
Menurut Rico, pemeriksaan terhadap Sekdaprov Sumbar sendiri telah dilakukan pada Minggu (22/8) sore. Sebelumnya, yang bersangkutan sempat berhalangan lantaran ada agenda kegiatan di daerah Bukittinggi.
“Jadi ada dua saksi dari pemerintah daerah yang sudah kita mintai keterangan, Sekdaprov dan satu orang kepala bidang di Bappeda Sumbar,” jelasnya.
Hasil pemeriksaan Sekdaprov, kata Rico, yang bersangkutan mengakui mengetahui surat tersebut. Hanya saja, soal tanda tangan tidak. Begitupun pemeriksaan salah seorang kepala bidang, mengakui surat dikeluarkan oleh Bappeda.
“Mereka mengakui mengetahui surat untuk meminta uang sumbangan penerbitan buku profil “Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan” . Tapi untuk tanda tangan tidak tahu mereka. Untuk mendalami kasus ini, kita masih akan terus memintai keterangan saksi-saksi,” ujarnya.
Dalam kasus surat ini, pihak kepolisian menyita sedikitnya tiga kardus berisikan surat gubernur yang rencananya akan dibagikan. Sebelumnya, surat digunakan oleh lima orang yang bukan merupakan pegawai Bappeda.
Mereka berinisial Do (46), DS (51), Ag (36) MR (50) dan DM (36). Total uang yang telah masuk ke rekening pribadi salah seorang dari lima orang ini sebesar Rp 170 juta.
Ratusan juta itu dari hasil 21 surat yang telah dibagikan sebelumnya ke kampus, rumah sakit, dealer kendaraan hingga pengusaha di Kota Padang. Rencana tiga kardus surat lainnya akan dibagikan ke wilayah Sumbar.
Seperti diketahui, surat tertanggal 12 Mei 2021 bernomor 005/3904/V/Bappeda-2021 tersebut perihal penerbitan profil dan potensi Provinsi Sumatra Barat. Kop surat ditandatangani Mahyeldi Ansharullah.
Dalam surat menyebutkan dapat partisipasi dan kontribusi dalam mensponsori penyusunan dan penerbitan buku profil “Sumatera Barat Provinsi Madani, Unggul dan Berkelanjutan” dalam versi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris serta Bahasa Arab serta dalam bentuk soft copy. (rom)






