BERITA UTAMA

6 Napi Bersenjata Bobol Rutan, Sipir Ditodong Air Softgun

0
×

6 Napi Bersenjata Bobol Rutan, Sipir Ditodong Air Softgun

Sebarkan artikel ini

SAWAHLUNTO, METRO – Tak tahan terkurung, enam narapidana (napi) kabur dari Rumah Tahanan (Rutan) Sawahlunto, Minggu (14/10) sekitar pukul 09.30 WIB. Mereka kabur dengan menodongkan airsoft gun (senapan angin) kepada sipir piket Rutan Sawahlunto, Nizam. Tak bisa melawan, Nizam berhasil diterobos dan para napi kabur.
Keenam napi tersebut adalah Ferza Setiawan (22) yang tersangkut kasus begal atau perampokan sepeda motor dengan kekerasan, Juntak (43), kasus penipuan, Febri (19), kasus pencurian alat tenun, Iwan Setiawan (35), kasus pencurian kendaraan bermotor, Radiansyah (28), kasus begal, dan Subi (34), kasus penipuan.
Soal darimana mendapatkan senjata itu, ternyata para napi mendapatkannya dari seseorang yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan. Cara pengirimannya pun menarik, yaitu dilempar dari luar pagar belakang Rutan. Kini, siapa pemasok senjata ini juga masih dicari polisi.
Usman, sipir yang “kecolongan” tersebut langsung melaporkan kepada bosnya terkait lepasnya para napi kelas atas tersebut. Polsek Muaro Kalaban dan Polres Sawahlunto pun didatangi. Pihak Rutan melaporkan kejadian Minggu pagi yang menghebohkan itu.
Kapolres Sawahlunto AKBP Zamroni Wibowo bersama Kapolsek Muaro Kalaban Iptu Usman Nurwidi dan tim langsung bereaksi. Katanya, setelah mendapatkan informasi dari petugas Rutan terkait tahannya melarikan diri, pihaknya langsung merespon kejadian tersebut. “Personel Polres beserta jajaran Polsek langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengejaran,” ujarnya.
Tak butuh waktu lama bagi polisi mencari para napi itu. Sekitar pukul 11.00 WIB, 4 orang napi diringkus di Lapangan Segitiga PT Bukit Asam (PT BA), Sawahlunto. Mereka adalah Rudiansyah, Ferza Setiawan, Subi dan Juntak. Satu orang lainnya, Iwan, diamankan di Lubang Tembok, Sawahlunto.
Sementara untuk Febri, jajaran Polsek Muaro Kalaban melakukan pemeriksaan di jalan pintu keluar di wilayah hukumnya. Dari situlah akhirnya, Febri yang mendekam karena mencuri alat tenun pengrajin di Sawahlunto dibekuk. Siang itu, tuntaslah penangkapan 6 napi yang mencoba kabur itu. “Penangkapan berkat kerja sama kepolisian serta anggota Rutan dan masayarakat sekitar,” sebut Kapolres.
Kapolres menyebutkan, dari introgasi awal yang dilakukan terhadap Ardiansyah, senjata api airsoft gun dia peroleh sekira seminggu yang lalu dari orang Palembang yang dikenalnya. Dia mendapatkannya setelah dilempar dari luar pagar bagian belakang Lapas.
”Barang bukti yang sudah diamankan oleh Sat Reskrim berupa senjata api airsoft gun beerta amunisi dan tabung gasnya. Untuk saat sekarang, keenam Narapidana yang sudah tertangkap sudah di amankan di sel khusus Rutan Kota Sawahlunto,” katanya. (zek)

Baca Juga  BNPB Percepat Perbaikan Akses Darat di Sumbar, 22 Jembatan Darurat Disiapkan untuk Kawasan Terisolasi