BERITA UTAMA

Kebakaran Hebat di Kota Solok, 15 Rumah dan 7 Toko Hangus

1
×

Kebakaran Hebat di Kota Solok, 15 Rumah dan 7 Toko Hangus

Sebarkan artikel ini
Tujuh unit toko dan 15 unit rumah di kawasan Pandan Air Mati, Kota Solok ludes terbakar, Sabtu (21/8) dini hari

SOLOK, METRO-Tujuh unit toko dan 15 unit rumah di kawasan Pandan Air Mati, Kota Solok ludes terbakar, Sabtu (21/8) dini hari. Api baru dapat dipadamkan sekitar tiga jam kemudian.

Dari informasi yang didapat peristiwa kebakaran yang terjadi di RT 01 Rw 05 Kelurahan Pasar Pandan Air Mati, Kota Solok itu diketahui warga sekitar pukul 01.05 wib. Cahaya merah diselimuti asap tebal ditengah malam itu membuat warga sekitar panik.

Peristiwa kebakaran yang terjadi dikawasan padat penduduk itu, membuat warga sekitar berhamburan keluar rumah. Khawatir api merambat kebangunan lain, warga mencoba memadamkan api dengan alat seadanya.

Baca Juga  Usai Mundur sebagai ASN Unand, Basril Basyar Terpilih jadi Ketua PWI Sumbar

Namun usaha warga sekitar tidak membuahkan hasil. Api terus menjalar dan semakin membesar.

Api yang diduga berasal dari salah satu toko, terus merambat ke toko lainya. Bahkan rumah warga dipemukiman padat penduduk yang berada dibelakang pertokoan ikut terbakar.

Ditengah kobaran api yang terus membesar warga bersama pemilik toko terlihat berusaha menyelamatkan barang yang dapat dialamatkan. Namun kembali api yang semakin membesar membuat warga dan pemilik toko hanya bisa pasrah melihat toko rumah beserta isi miliknya hangus terbakar.

Baca Juga  Ramadan Penuh Haru, WBP Lapas Pariaman Buka Puasa Bersama Keluarga

Sejumlah mobil kebakaran dari sejumlah daerah yang datang kelokasi kebakaran mencoba melokalisasi api agar tidak merambat kebangunan lain. Setelah berjibaku selama tiga jam, petugas kebakaran baru dapat menguasai api.

Dari data sementara, toko yang terbakar sebanyak 7 unit, dan rumah yang terdampak 15 unit. Setidaknya 18 KK dengan 72 jiwa terpaksa kehilangan tempat tinggal.

Kapolres Solok Kota AKBP Ferry Suwandi melalui Kasat Reskrim AKP Evi Wansri membenarkan periatiwa itu. Kasus ini masih dalam penyelidikan petugas. (vko)