PDG ,PARIAMAN, METRO – Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur mengatakan, guru adalah sosok yang pantas untuk dihargai. Sebab sangat banyak jasa guru dalam memajukan bangsa ini.
“Kalau berbicara tentang guru saya selalu terharu. Sebab bagi saya guru ini sosok yang sangat berharga. Makanya saya sampai sekarang selalu mencium tangan guru saya saat bersalaman,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin, “Bakti Pada Guru” program pengembangan diri bagi guru yang ideal, guru yang inspiratif, dedikatif, empatik, dan berakhlak mulia serta budi luhur berkerja sama fakultas Psikologi UNDIP dan Charoen Pokphand Foundation Indonesia.
Untuk itu, Suhatri Bur sangat mengapresiasi CPI yang sudah menyalurkan CSR melalui CPFI, untuk membantu para guru lebih maksimal dalam pelaksanaan pendidikan karakter anak di Indonesia.
“Pemerintah juga sangat komitmen dalam mendukung kerja para guru. Mulai dari Pemerintah Pusat hingga Daerah. Salah satunya dengan memberikan setifikasi dan TPP kepada para guru,” ujarnya.
Jadi, Suhatri Bur berharap, program yang dilaksanakan menggunakan CSR CPI itu bisa semakin banyak melibatkan para guru. Sebab dia yakin sangat banyak guru yang berminat mengikuti pelatihan itu.
“Kita doakan usaha CPI terus berkembang sehingga mampu mendukung kemajuan dunia pendidikan dan kesejahteraan masyarakat melalui program-programnya CSR-nya. Salah satu langkah kita di Pemkab dalam mendukung itu dalam mempercepat proses perizinan,” pungkasnya.
Sebelumnya, PT. Charoen Pokphand Indonesia (CPI) melalui Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) tampaknya sangat komitmen dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Hal itu dengan menyalurkan corporate social responsibility (CSR) CPI, untuk membantu membenahi dan mencukupi sarana-prasarana sekolah, hingga memberikan pelatihan terhadap para guru.
Sekretaris Jenderal CPFI, Andi Magdalena Siadari mengatakan, bahwa 80 persen dana CSR CPI memang disalurkan untuk membantu bidang pendidikan. Mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Baik berupa beasiswa ataupun bantuan pembenahan dan pencukupan infrastruktur sekolah.
“Setelah menyalurkan CSR di segala bidang pendidikan, kami berpikir bahwa guru yang belum tersentuh. Maknya sejak 2017 kami turut melakukan pelatihan terhadap guru-guru di Indonesia,” ujar, kemarin.
Sejak dicanangkan program BPG, imbuh Aan, jumlah guru yang sudah dilatih pihaknya melebihi target terhitung Agustus 2018. Yakni 1.508 orang guru di seluruh Indonesia. Sedangkan Oktober 2018 ini, pihaknya memilih Kabupaten Padangpariaman untuk melaksanakan program BPG itu.
“Pelatihan sekarang ini kita laksanakan dua hari dengan jumlah peserta sebanyak 55 orang guru. Permintaan dari para guru memang sangat tinggi untuk bisa mengikuti pelatihan ini. Mudah-mudahan ke depan kam terus meningkatkan kuota sesuai kemampuan anggaran kami,” ungkap Aan yang didampingi Regional Head North Sumatera Charoen Pokphand, Agus Saputra.
Dalam program BPG itu, kata Aan, para guru dilatih untuk semakin maksimal dalam pendidikan karakter, sehingga menjadi guru yang inspiratif, dedikatif, empatik, serta berakhlak mulia dan berbudi luhur. Sebab pihaknya menilai, pendidikan karakter sangat penting dalam menciptakan generasi yang mumpuni ke depannya.
“Kita sangat membutuhkan generasi-generasi berkarakter kuat. Jadi setelah kita piker-pikir gurulah yang tepat menjadi penyalur niat kita dalam memperkuat karakter peserta didik,” ujar Aan.
Untuk pemberian materi tentang pendidikan karakter itu, lanjut Aan, pihaknya bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro Semarang. Jadi seluruh konsep pemberian materi diserahkan pihaknya kepada pihak Fakultas Psikologi UNDIP Semarang, yang langsung dipimpin Dekan Fakultas Psikologi UNDIP Semarang tersebut.
“Materi pelatihannya 80 persen adalah roll play, 20 persennya berupa teori. Makanya seluruh guru-guru yang menjadi peserta pelatihan menjadi aktif. Terlebih masing-masing kelompoknya memiliki fasilitator,” ujarnya.
Selain untuk bidang pendidikan, kata Aan, CSR CPI juga disalurkan untuk membantu para peternak ayam. Misalnya program bedah kandang ayam milik warga menjadi lebih bagus. Dengan begitu, katanya peternak mampu meningkatkan profit usahannya tersebut.(efa)





