PESSEL, METRO–Terombang ambing di tengah laut kawasan Perairan Maman, Painan dalam kondisi kapal yang ditumpangi mati mesin, tiga orang nelayan berhasil ditemukan Tim Satuan Polisir Air dan Udara (Satpolairud) Polres Pesisir Selatan yang melakukan pencarian hingga nyawanya diselamatkan.
Ketiga nelayan itu diketahui bernama Doni (42), Nof (38) dan Riki (22) warga Painan Timur, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan. Setelah ditemukan, ketiga nelayan itu selanjutnya diberikan pertolongan dan kapal yang mereka tumpangi dievakuasi ke dermaga.
Kasat Polairud Polres Pessel Iptu Rosa Harisman mengatakan, kapal nelayan tersebut berada di kawasan Batu Nago untuk memancing, pada Sabtu (7/8). Saat selesai memancing, sekitar pukul 18.00 WIB kapal tersebut bergerak menuju pelabuhan Penasahan Painan.
“Kapal nelayan ini hendak bertolak pulang dari Batu Nago menuju pelabuhan Penasahan Painan sesampai Perairan Maman kapal mati mesin. Setelah d lakukan perbaikan mesin namun tidak bisa juga hidup,” ungkap Iptu Rosa Harisman.
Ditambahkan Iptu Rosa Harisman, karena mesin kapal tidak juga mau menyala, salah seorang nelayan mencoba menghubungi rekannya di Painan untuk meminta bantuan menjemput, salah seorang rekan korban langsung menuju Kantor Satpolairud Polres Pessel.
“Evakuasi dilakukan petugas Satpolairud yang saat itu sedang piket malam setelah mendapatkan informasi dari salah seorang rekan nelayan. Evakuasi dilakukan pada malam hari sekira pukul 23. 30 WIB. Kendalanya memang mati mesin, evakuasi berjalan lancar,” ungkapnya.
Iptu Rosa Harisman menjelaskan, tiga nelayan yang berada di atas kapal, seluruhnya dalam kondisi sehat dan selamat. Setelah dievakuasi, ketiga nelayan dikembalikan kepada keluarganya masing-masing.
“Kita imbau pada para nelayan harus bisa mengantisipasinya dengan mempersiapkan alat safety sebelum berlayar, satu lagi alat komunikasi sangat penting. Kapal sudah diarik ke dermaga Penasahan Painan,” pungkasnya. ( Rio).






