SOSLEL, METRO–SMPN 9 Solsel yang terletak di Sungai Durian, Nagari Bomas Koto Baru, Kecamatan Sungai Pagu sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri menjadi Sekolah Umum Berbasis Pesantren (SUBP). Keberadaan SMPN 9 Solsel untuk menjadi SUBP telah dirintis semenjak tahun pelajaran 2019/2020 lalu.
“Berbagai polemik dan tantangan untuk mewujudkan impian tersebut sudah sangat banyak dilalui oleh pengelola sekolah dengan dukungan Komite Sekolah, Pemerintahan Nagari hingga berbagai pihak yang peduli akan kualitas pendidikan,” kata Kepala SMPN 9 Solsel, RN Agustin MPd didampingi Waka Kurikulum Oktarini S, Rabu (4/8).
Artinya sekolah yang punya murid kelas VII sampai kelas IX sebanyak 83 siswa. Tercatat sebanyak 26 orang adalah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan sistem SUBP. Adapun rincian 27 siswa SUBP di SMPN 9 Solsel, sebanyak 4 orang siswa kelas VII, sebanyak 13 orang dari kelas VIII dan sebanyak 7 orang dari siswa kelas IX.
Sementara tenaga pendidik dan kependidikan di sekolah itu, 7 orang guru PNS, 4 orang guru honorer, 2 orang pegawai yang PNS, 4 orang pegawai, dan penjaga sekolah yang masih honorer. “Sebanyak 27 siswa yang tergabung dalam SUBP nantinya akan mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) sedikit berbeda dengan siswa yang lainnya. Bahkan nanti siswa kelas SUBP akan dapat pula sertifikat tanda siswa SUBP,” jelas Agustin.
Pendukung kegiatan SUBP di SMPN 9 tersebut, menurut Agustin juga sudah mendapat dukungan penuh para orang tua siswa melalui Wakil Ketua Komite, Syafrizal. “Bahkan para orang tua murid, akan siap untuk mengantarkan makanan bagi anak-anak mereka, selain akan mendukung dalam bentuk lainnya,” kata Agustin.
Secara administrasi atau legalitas SUBP di SMPN 9, pihak sekolah sudah mengajukan izin operasional ke Bupati melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Solsel. Bahkan, Plt Kadisdikpora Irwandi Osmaini telah pula melihat langsung kondisi sekolah, 28 Juli lalu
“Saat itu beliau mendesak kami untuk segera memperbaiki proposal usulan SUBP agar sempurna, sehingga bupati akan menerbitkan SK tentang SUBP untuk SMP Negeri 9 Solsel ini,” kata Agustin.
Dengan ditetapkannya sekolah ini sebagai SUBP, maka terjawab sudah keinginan Bupati H Khairunas dan Wabup. H Yulian Efi untuk mewujudkan sumber daya pendidikan yang bekualitas, di bidang ilmu umum, dan ilmu agama.
Sementara itu, pendukung pemondokan siswa, pihak sekolah juga sudah menyiapkan dua asrama lengkap dengan kasur, karpet dengan enam MCK, satu mushalla dan fasilitas air bersih.
Sedangkan untuk pendukung pembelajaran, pengelola SUBP dibawah koordinator Waka Kurikulum, Oktarini, S., juga sudah menyiapkan guru yang didatangkan dari luar untuk mengajar Tahfidz, Al-Quran, Hadist dan guru Akidah Ahklak. “Selain mengoptimalkan tenaga guru yang ada di sekolah, pihak sekolah juga sudah menyiapkan guru dari luar untuk mengajarkan, Tahfidz, Al-Quran dan untuk mengajar akidah akhlak,” ujarnya. (*/afr)





