BERITA UTAMA

Tak Didanai Pemprov, Laboratorium Unand Butuh Donasi, GWA Kawal Covid-19 Sumbar Galang Dana Gubernur Tak Melarang

0
×

Tak Didanai Pemprov, Laboratorium Unand Butuh Donasi, GWA Kawal Covid-19 Sumbar Galang Dana Gubernur Tak Melarang

Sebarkan artikel ini
GALANG DONASI— Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi FK Unand menggalang donasi setiap pengambilkan swab.

PADANG, METRO–Laboratorium Pusat Diag­nostik dan Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Ke­dokteran Universitas An­dalas (Unand) yang selama pandemi Covid-19 ini me­lakukan pengujian spesi­men swab terpaksa meng­ga­lang donasi untuk setiap pengambilan swab agar tetap bisa beroperasi.

Hal itu, disebabkan, la­bo­ra­torium pimpinan Dokter Andani Eka Putra tersebut tidak lagi men­dapatkan pendanaan dari Pemprov Sumbar. Sontak saja, melihat kondisi labo­ratorium yang berperan penting dalam pena­nga­nan Covid-19 yang se­dang kesulitan dalam pen­da­naan, membuat ber­bagai pihak ikut berpartisipasi menggalang dana.

Yul Akhyari Sastra

Grup Whatsapp (GWA) Kawal Covid-19 Sumatra Barat (Sumbar) salah satu­nya yang spontan mem­buka donasi untuk mem­bantu laboratorium Unand itu. Mereka sedih dan ter­ketuk hati setelah menge­tahui, laboratorium yang dipimpin Dr Andani Eka Putra itu harus kesulitan dalam hal pendanaan.

Para inisiator dan ang­go­ta GWA yang sejak awal pandemi mengawal pe­na­nganan Covid-19 Sum­bar itu, terdiri dari para aka­de­misi, politisi, profesional,  tokoh masyarakat, penyin­tas Covid-19, kepala da­erah dan jurnalis.

“Seingat saya waktu talk show di Padang TV, jawaban dari pemprov, mereka tidak bisa meng­anggarkan karena ter­ben­tur aturan dari Kemenkes. Saya mau jawab bahwa Labor Unand itu tidak bera­da di bawah Kemenkes. Tapi sudahlah jika memang tidak ada niat, mari kita badoncek (kum­pulkan do­nasi, red) saja,” ujar Yul Akhyari Sastra, salah se­orang inisiator GWA Kawal Covid-19 Sum­bar.

Padahal, terang dia, Laboratorium FK Unand setiap hari selalu me­merik­sa ribuan sampel swab yang dikirim oleh peme­rintah daerah di ka­bu­pa­ten/kota. Hasil pe­me­rik­saan sampel swab tersebut di­butuhkan untuk menge­tahui masyarakat yang terpapar Covid-19 sehing­ga bisa langsung menjalani isolasi.

“Alhasil, mata rantai penularan Covid-19 di Sum­­­­bar bisa terputus. Na­mun, sejak tahun ini, dana ban­tuan dari Pemprov un­tuk laboratorium tidak ada lagi.  Saya tidak ingin me­nya­lahkan siapa pun da­lam hal ini. Tapi sebagai bagian dari masyarakat, dirinya ber­sama rekan-rekan yang lain yang terga­bung dalam Tim Kawal Covid-19 Sumbar tergerak untuk membantu Labo­ratorium FK Unand,” ujar­nya.

Pihaknya pun hari ini membuka donasi untuk membantu biaya peme­rik­saan swab di Laboratorium FK Unand. Sejak dibuka siang tadi hingga sore ini sudah terkumpul dana Rp60 juta. Dia pun menga­jak masyarakat, perantau, dan diaspora Minang untuk membantu memberikan donasi.

Baca Juga  KPK Temukan 17 Persen Sekolah Lakukan Pemerasan dan Pemotongan Dana BOS

“Kita ingin sampaikan ini adalah gerakan moril karena labor ini sangat vital bagi penanganan Co­vid-19 di Sumbar. Kita tidak bisa bayangkan kalau labor ini tutup, bagaimana pena­nganan Covid-19 di Sum­bar,” jelas Yul.

Dikatakan Yul, bagi ma­syarakat yang ingin mem­bantu, bisa mengirimkan uang lewat nomor rekening 111008888667 atas nama Sari Lenggogeni via Bank Mandiri. Bantuan yang ter­kumpul akan diberikan ke­pada pihak laboratorium. “Insyaalah bantuan yang terkumpul akan kita per­tanggungjawabkan,” ujar­nya.

Bahkan, Yul juga akan berkoordinasi dengan be­berapa mahasiswa untuk turun ke jalan mengum­pulkan donasi yang akan diberikan ke laboratorium itu. “Kumpulkan koin ban­tuan untuk Laboratorium Unand,” imbuhnya.

Salah seorang member GWA Kawal Covid-19, Zikri Alhadi menyebutkan sebe­nar­nya Laboratorium Unand di bawah Kemen­dik­bud Ristek. Mekanisme pembiayaan, sebetulnya bisa saja dari pemda atau pihak lain yang mengacu pada regulasi yang ada.

Akademisi Unand An­dri Rusta mengatakan, da­lam kondisi darurat saat ini tidak ada gunanya lagi diskusi untuk membantu la­boratorium itu. “Lang­sung saja penggalangan donasi lagi. Kasihan nakes dan dokter-dokter kita,” imbuhnya.

Gubernur Tak Larang Penggalangan Donasi

Gubernur Sumbar, Mah­­­yeldi Ansharullah me­nga­takan, dirinya tidak bisa melarang orang yang mau menggalang donasi.  Na­mun, terkait Pemprov Sum­bar, Mahyeldi mene­gas­kan, surat dari FK Unand me­mang sudah ma­suk Juli 2021 untuk per­mintaan bantuan angga­ran.

“Ada Rp34 miliar tidak salah jumlah permin­taan­nya. Diproses setelah di­evaluasi oleh Inspektorat nantinya.  Anggarannya sesuai permintaan. Kan sifatnya bantuan. Ya untuk tahun 2021. Sama seperti tahun 2020 lalu, direa­lisa­sikan tahun 2021 se­hingga menjadi utang yang dil­u­nasi,” ucapnya.

Mahyeldi juga me­ne­gaskan, prosesnya cepat atau lambat cairnya dana bantuan tersebut nanti ter­gantung anggarannya.  Mah­yeldi juga men­jelas­kan ter­kait anggaran ban­tuan sebesar Rp5 miliar untuk FK Unand yang diba­has oleh DPRD Sumbar, ternyata Rektor Unand dan termasuk dr Andani sendiri terlibat dalam pemba­ha­san.

“Dokter Andani nya juga hadir waktu pemba­hasan kok. Semuanya me­lalui mekanisme. Semua­nya ada rapat dan pem­bicaraan dengan pihak ter­kait,” ungkap Mahyeldi.

“Jadi mau mau minta ke sana kemari silahkan. Orang mau minta kok. Ke­pada kita juga minta kok. Selama ini kita juga beri bantuan juga. Semuanya kita bantu tidak ada yang tidak peduli. Tapi ada me­kanisme. Kita bertemu Rek­tor Unand, Dekan Ke­dok­teran Unand juga hadir. Semuanya ikut. Kita sam­paikan semuanya. Kita ikut dalam pembahasan dan jadi kesepakatan ber­sama,­” tegas Mahyeldi.

Baca Juga  Audy Joinaldy Bantu Perlengkapan Olahraga Pemuda Sungai Durian, Solok

Mahyeldi men­g­ingat­kan juga, kalau ada yang menilai dirinya be­kerja tidak peduli, tidak per­ha­tian silahkan saja publik menilai. “Kita juga tidak tidak akan menyangkal. Banyak kepala daerah dan dinas yang berurusan hu­kum ketika terkait dana bencana. Tentu ini juga  menjadi pembahasan dan jadi diskusi kita,” tegasnya.

“Kalau ada cara lebih cepat dan lebih baik tidak apa-apa kok. Seandainya apa yang dilakukan dib­i­carakan bersama, teman te­man di pemerintah da­erah kan juga manusia. Se­muanya bertang­gungja­wab kok, OPD ­berhari-ber­malam rapat. Kalau ada yang kurang-kurangnya sebagai manusia tentu ada kurangnya. Tentu yang kurang ini harus disem­purnakan,” ujarnya.

Ketua DPD RI Berharap Laboratorium Unand Di­dukung

Ketua DPD RI, AA LaN­yalla Mahmud Mattalitti, memberikan apresiasi ke­pada Laboratorium Pusat Diagnostik dan Riset Pe­nyakit Infeksi Fakultas Ke­dokteran Universitas An­dalas (Unand) yang tetap bekerja optimal meski da­lam kondisi terbatas.

Laboratorium Unand terpaksa menggalang do­nasi untuk setiap pengam­bilan swab lantaran tidak adanya anggaran.

“Betuk kepedulian yang diperlihatkan Labo­rato­rium Unand sangat luar biasa. Layak mendapat apresiasi. Meski dalam keterbatasan dana, se­mangat mereka tidak per­nah kendor,” kata LaN­yalla, Selasa (3/8/2021).

Senator asal Jawa Ti­mur itu berharap keseriu­san dan kerja keras labora­torium Unand bisa men­da­patkan dukungan.

“Stakeholder terkait ha­rus bisa melihat potensi yang dimiliki laboratorium Unand. Lab ini dapat di­mak­simalkan untuk mem­bantu mencegah penu­laran Co­vid-19,” terang­nya.

Laboratorium Unand harus menggalang donasi untuk memenuhi biaya untuk barang-barang con­su­mables. Seperti filter tip, tabung dan cup-cup.

“Mudah-mudahan ada kebijakan yang dapat me­ringankan beban lab. Se­hingga kinerja mereka lebih maksimal,” ujar man­tan Ketua Umum PSSI itu.

Sebelumnya, labo­rato­rium Unand  mendapat ang­garan sebesar Rp20 miliar dari Pemprov. Lab ini juga mendapatkan ang­garan dari DPRD sebesar Rp5 miliar. Namun, sejak Januari 2021 anggaran ter­sebut dihentikan.

“Mungkin ada fokus lain yang dilakukan pem­prov. Kita bisa pahami kon­disi tersebut. Namun, kita berharap ada kebijakan lain yang bisa membantu lab,” tuturnya. (fan)