PESSEL METRO – Kasus video viral Bupati Pesisir Selatan, H Hendrajoni masih berlanjut, meski Bawaslu Sumbar melakukan klarifikasi kepada pihak terkait yang ada di Pemkab Pessel. Meski demikian, Bupati Hendrajoni menegaskan, jika Bawaslu Sumbar diminta untuk meminta langsung data ke Bawaslu Pesisir Selatan.
Seperti diketahui, bertempat di kantor Bawaslu Pesisir Selatan, Badan Pengawas Pemilihan Umum Provinsi Sumbar turun langsung ke Pessel. BupatiHendrajoni menegaskan, bahwa keterangan dan penjelasan telah disampaikannya kepada Bawaslu Pessel, sehingga apa yang diminta keterangan oleh Bawaslu Provinsi sudah ada semuanya. “Jadi, untuk apa saya datang memberikan keterangan lagi ke Bawaslu Provinsi. Itu kan sudah saya sampaikan,” tukas Bupati Pessel Hendrajoni, Senin (8/10).
Hendrajoni mengatakan, bahwa video yang beredar itu tidak ada dugaan pelanggaran pidana Pemilu. Karena pada saat itu, sebagai kepala daerah ia meminta agar wali nagari yang menerima bantuan bisa mempergunakan bantuan dengan sebaik – baiknya. Sehingga, tidak terjerat dengan hukum. Dan, bantuan tersebut berasal dari pusat dari Presiden Joko Widodo.
Menurut dia, saat ini masyarakat tidak bodoh, masyarakat sekarang ini sudah cerdas dan cermat dalam memilih calonnya. Seperti, kondisi yang terjadi saat ini. ”Saya, maju sebagai Bupati Pessel untuk membangun Kabupaten Pessel, bukan mencari kekayaan pribadi,” kata Hendrajoni.
”Maka untuk itu mari beradu gagasan, ide dan program kerja. Tidak usah saling menjelekan, menyudutkan, saling menyalahkan. Yang, penting kini saya berusaha berjuang untuk kesehjateraan masyarakat di Kabupaten Pesisir Selatan,” tukasnya. Dikatakan, jika pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan maju, maka secara otomatis ekonomi masyarakat pun ikut maju. (rio)





