PASAMAN, METRO–Demi mengurangi mahalnya pakan ikan di Pasaman dan untuk membantu para pembudidaya ikan Pemerintah Kabupaten Pasaman akan membangun pabrik pakan ikan pada tahun 2022 mendatang dengan luas lahan seluas 3.000 meter persegi.
”Pemerintah Kabupaten Pasaman akan menyediakan lahan seluas lebih kurang 3.000 meter persegi untuk pendirian bangunan pabrik pakan,” kata Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasaman, M Dwi Richy.
Tanah lebih kurang 3.000 meter persegi itu merupakan milik Pemerintah Kabupaten Pasaman yang akan dihibahkan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia melalui APBN.
Jika tidak ada kendala lokasi pendirian pabrik pakan rencananya ditempatkan pada salah satu aset milik Pemerintahan Kabupaten Pasaman di Balai Benih Ikan (BBI) Beringin Rao, Kecamatan Rao Selatan atau Kolam Pembesaran Ikan (KPI) di Limau Asam.
Ia menjelaskan dengan adanya pabrik pakan ikan selain mengurangi biaya pakan terlalu tinggi hal itu juga termasuk meningkatkan produksi ikan secara efektif serta efesien. Sebenarnya masyarakat setempat menginginkan adanya pabrik pakan dan hal itu juga harapan Bupati Pasaman serta Pemerintahan Kabupaten Pasaman.
Selama ini pembudidaya ikan membeli pakan pabrikan ke distributor dengan harga pakan ikan cukup tinggi, hal ini sangat merugikan para petani. ”Untuk diketahui saat ini harga hasil panen pembudidaya khusus ikan mas mencapai Rp 21 ribu perkilo, selain ikan mas ada juga ikan nila, lele dan lainnya.
”Mahalnya harga pakan itu tidak sesuai dengan hasil produksi panen ikan para petani,” ungka Richy Ia menambahkan sesuai hasil kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyu Trenggono di Kabupaten Pasaman pada bulan Juni 2021 lalu bahwa KKP RI akan memberikan satu unit excavator, satu unit pakan mandiri dan lainnya. Insyaallah pada bulan Agustus atau September 2021 akan direalisasikan ke pembudidaya ikan di Kecamatan Rao Selatan untuk meningkatkan produksi ikan. (mir)





