S.PARMAN, METRO–Sebanyak 1.235 paket sembako diberikan Kanwil Kemenkumham Sumbar kepada masyarakat yang berdampak pandemi covid-19, Kamis (29/7). Untuk penyaluran bantuan di zona 1 dipusatkan pada Rumah Dinas Kepala Kanwil Kemenkumham Sumbar dan juga dihadiri oleh perwakilan Wakil Gubernur, Perwakilan BINDA, Ketua LKAAM, serta Pejabat Dinas Sosial.
Pada kesempatan ini Kakanwil R. Andika Dwi Prasetya menyerahkan secara simbolis 3 bantuan sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah Kota Padang.
“Kegiatan ini adalah kegiatan langsung Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly dan kegiatan ini dilaksanakan diseluruh tanah. Tujuannya, mengajak dan menggunggah kami semua ASN Kemenkumham untuk berempati terhadap masyarakat indonesia yang kita tahu sedang mengalami keprihatinan, kesulitan dan mendapatkan musibah pandemi yang hingga saat ini belum mereda,” ujar Kakanwil Kemenkumham Sumbar R. Andika Dwi Prasetya.
Dikatakannya, khusus pada Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar beserta 28 Satuan Kerja d berhasil dikumpulkan donasi sebesar Rp338.256.000 yang disalurkan dalam bentuk paket sembako kepada 1.235 masyarakat tidak mampu se-Sumbar. Selain itu, diberikan untuk 66 ASN d Kemenkumham Sumbar yang terpapar Covid-19.
“Penyaluran bantuan Kumham Peduli, Kumham Berbagi dilingkungan Kemenkumham Sumbar dibagi pada 5 zona titik pemberian bantuan sosial kepada masyarakat kurang mampu di seluruh wilayah Sumatera Barat dengan titik utama penyaluran yakni, Kantor Wilayah Kemenkumham Sumbar, Rutan Painan, Lapas Lubuk Basung, Lapas Solok, dan Lapas Muaro Sijunjung,” sebutnya.
“Bantuan kami yang sedikit ini semoga bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Kepada masyarakat Sumbar, agar tetap semangat, tetap optimis dan tetap produktif di masa pandemi ini dan kita harus yakin bahwa kita akan memenangkan pertarungan dengan covid ini dengan cara tetap menjalankan prokes yang ketat,” ungkapnya.
Sementata itu Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly melalui virtual zoom mengatakan kebijakan pemerintah dengan membuat PPKM Level 4 akan berpengaruh terhadap kegiatan ekonomi sosial masyarakat, dan berdampak pada ketidakmampuan masyarakat yang kesulitan dalam mencari nafkah.
“Insan pengayoman melalui program pemberian bantuan sosial “Kumham Peduli, Kumham Berbagi”, mencoba turut berempati kepada masyarakat dan ASN Kemenkumham yang terdampak pandemi Covid-19,” ujar Yasonna.
Melalui program bantuan sosial yang dikoordinasikan oleh Sekretaris Jenderal, tercatat Kemenkumham memberikan total bantuan sosial sebanyak 46.614 paket dan dana sosial sebesar Rp700 juta.
Paket tersebut diberikan kepada masyarakat di seluruh Indonesia, yang terdiri atas 43.558 kepala keluarga yang terdampak langsung pandemi Covid-19, serta kepada 3.056 orang ASN Kemenkumham yang terpapar Covid-19.
Sedangkan dana sosial diberikan kepada tujuh Kantor Wilayah Kemenkumham yang saat ini menerapkan PPKM Level 4, yaitu DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.
“Adapun paket bantuan sosial Kumham Peduli Kumham Berbagi per orang diberikan dalam bentuk beras, minyak goreng, gula, mie instan, sarden, dan susu. Kegiatan kita pada hari ini adalah bagian dari kepedulian kepada masyarakat dan saudara kita sesama pegawai yang terpapar Covid-19. Ini merupakan bentuk kepedulian, jiwa sosial, rasa welas asih serta semangat untuk berbagi,” kata Yasonna.
Kegiatan ini, kata Yasonna, selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo kepada para menteri untuk melakukan langkah-langkah maksimal dengan memberikan dukungan, yang salah satunya berupa pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dan usaha mikro. (rom)






