SUDIRMAN, METRO–Pelaksanaan shalat Idul Adha, Senin (20/7) di sejumlah titik di Kota Padang masih banyak melanggar protokol kesehatan. Selain pelaksanaan shalat yang tidak berjarak, sebagian warga juga tetap cuek tak bermasker.
Pantauan POSMETRO di salah satu masjid terbesar di kawasan Kuranji, Kota Padang, pelaksanaan ibadah shalat Idul Adha dimulai sekitar pukul 08.00 lewat. Warga berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanaan ibadah shalat. Sebagian mereka banyak tak pakai masker,terutama masyarakar seputaran masjid. Shaf dalam shalat juga tak diatur dan berjarak.
“Mode biaso sajo nyo, manga pulo shalat bajarak. Yang sakik, pasti nyo dak shalat. Yang pai shalat ka masjid pasti yang badannyo maraso sehat,” ungkap Udin (56), salah seorang warga.
Sementara warga lainnya, Yanni (36) mengatakan masih banyaknya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan karena belum ada kasus korban covid yang meninggal yang nampak nyata di mata mereka. Selama ini, kata Yanni, warga hanya melihat di TV saja. Biasanya, kata dia, efek jera baru dirasakan masyarakat setelah ada korban dari pihak keluarga. Apalagi sampai ada yang meninggal dunia.
“Kalau alah ado nan maningga bagian ka keluarga nyo karano covid, baru masyarakat ko takuik dan namuh pakai masker mah. Tapi kalau masih sehat sehat sajo, hilang penciuman, atau gejala ringan, nyo menganggap masih biaso,” tandas Yanni.
Kepala Sat Pol PP Padang, Alfiadi mengatakan semua aturan terkait pelaksanaan Idul Adha, tata laksana kurban dan hubunganannya dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah diberlakukan di Kota Padang, telah dijelaskan dalam surat edaran wali kota.
Wali Kota Padang Hendri Septa telah membolehkan shalat Idul Adha di mushalla atau masjid di dekat tempat tinggal masing-masing dengan memakai protokol kesehatan. Panitia kurban juga diminta mengantarkan langsung daging kurban ke rumah masyarakat penerima kurban untuk menghindari kerumunan.
“Aturannya sudah jelas. Tim Satgas Covid-19 sudah dibentuk. Lurah dan camat juga berperan aktif melakukan pemantau di masyarakat,” tandas Alfiadi. (tin)





