PADANG, METRO–Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Sumatera Barat (Sumbar) ikut berperan mengarahkan dana program CSR perbankan atau lembaga keuangan lain, untuk membantu ketersediaan stok oksigen. “Bantuan oksigen ini sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Provinsi Sumbar. Kita membutuhkan seluruh skema yang memungkinkan untuk menjaga ketersediaan stok oksigen. Termasuk melalui CSR. Kita berharap OJK bisa berperan,” kata Mahyeldi, saat meninjau Vaksinasi Massal Perbankan yang bertema “ Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit” di BRI Corporate University Campus, Padang, Kamis (15/7).
Mahyeldi mengatakan, belajar dari kondisi di Jawa kekurangan oksigen, jadi salah satu kendala dalam perawatan pasien Covid-19. Karena itu stok dan ketersediaan oksigen di Sumbar harus benar-benar siap untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus. “Sekarang bahan baku untuk oksigen dari Jawa sudah mulai dikurangi. Karena itu kita butuh solusi si lain dalam menyediakan stok oksigen di Sumbar,” katanya.
Terkait vaksinasi yang dilakukan oleh OJK bersama BRI, Mahyeldi menyampaikan apresiasi. Karena vaksinasi salah satu upaya untuk meningkatkan imun tubuh agar tidak mudah terpapar Covid-19. Pemprov Sumbar, kata Mahyeldi, terus berupaya meningkatkan capaian vaksinasi dengan berbagai cara. Di antaranya bekerjasama dengan TNI Polri, dan sekarang ada dukungan dari OJK dan pihak perbankan. “Kita berharap dengan vaksinasi yang masif herd immunity bisa segera tercapai. Sehingga roda perekonomian pun bisa kembali pulih seperti sediakala,” ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, hingga saat ini belum ada ilmu untuk membunuh virus corona. Karena itu ada kemungkinan ke depannya virus ini akan tetap ada. Tetapi jika herd immunity tercapai, manusia bisa hidup berdampingan dengan virus ini, seperti halnya dengan virus influenza.
Menurutnya, selain meningkatkan imun dengan cara vaksinasi dan mengkonsumsi makanan yang bisa meningkatkan kekebalan tubuh, juga perlu ditingkatkan keimanan. Karena Indonesia adalah negara yang berketuhanan.
Kepala OJK Perwakilan Sumbar, Yusri mengatakan vaksinasi yang dilakukan, adalah tindak lanjut dari perintah Presiden RI, agar industri jasa keuangan bisa menjadi sentral vaksinasi di Indonesia. Kementerian Kesehatan sudah mengalokasikan vaksin bagi OJK dan Bank Indonesia dan industri jasa keuangan sebanyak 10 juta vaksin sampai Desember 2021. Untuk Kota Padang selama tujuh hari ke depan diharapkan capaian vaksinasi bisa mencapai 10.400 orang.
Vaksinasi yang diberikan oleh OJK tersebut ditujukan bagi BRI BNI, Bank Mandiri, BCA, CIMB Niaga dan pegawainya, keluarganya, nasabah dan masyarakat umum. “Mudah-mudahan dalam tujuh hari ke depan target 10400 vaksinasi tersebut bisa tercapai,” ujarnya.
Setelah Kota Padang vaksinasi yang diinisiasi OJK itu juga akan dilaksanakan di seluruh kota dan kabupaten di Sumbar, dengan target target 16 -17 ribu vaksinasi.
Ikut hadir dalam acara vakninasi massal perbankan tersebut Kepala Perwakilan BI Sumbar, Wahyu Purnama, Pimpinan Wilayah BRI Padang, Wahyu Hidayat, Kepala Bank Mandiri Sumbar, Hary Joko Wibowo. Juga hadir, Kepala Cabang BCA Padang, Robert Siahaan, Kepala Cabang CIMB Niaga Padang, Theliana, Wadan Lantamal II, Kolonel Marinir, Freddy J.H Pardosi dan Kepala Dinas Kesehatan Padang. (fan)





