OLAHRAGA

Rahmad Darmawan, Bicara Perkembangan Tiga Bek di Euro 2020

1
×

Rahmad Darmawan, Bicara Perkembangan Tiga Bek di Euro 2020

Sebarkan artikel ini
Rahmad Darmawan

JAKARTA, METRO–Gelaran Euro 2020 telah usai. Italia dipastikan me­raih trofi Henri Delaunay kedua mereka sepanjang sejarah. Di partai puncak, mereka berhasil mem­bung­kam Inggris di depan pendukungnya lewat dra­ma adu penalti usai ber­main 1-1 di waktu normal.

Walau kecewa The Th­ree Lions urung melepas puasa gelar, pelatih Ma­dura United, Rahmad Dar­mawan mengaku menik­mati setiap permainan Ing­gris. Terutama saat Inggris menyingkirkan tim kuat Jerman di babak 16 besar.

Bermain dengan skema 3-4-3 yang bisa dibilang keluar dari pakem biasa­nya, Inggris justru bermain lebih rapi. Walaupun sem­pat keteteran di babak pertama, Inggris berhasil meraih kemenangan ber­kat gol Raheem Sterling dan Harry Kane di babak kedua.

Skema serupa kembali diterapkan Gareth South­gate di partai puncak. Bah­kan, Inggris unggu lebih dulu lewat gol cepat Luke Shaw, sebelum akhirnya Leandro Bonucci mencetak gol penyeimbang yang mem­­buat laga tak bisa diakhiri di waktu normal. “Perkembangan sepak bo­la sekarang, saat hilang bola semua tim ada di posisi on half, posisi perta­hanan dengan compact defense. Akhirnya ruang untuk para penyerang be­gitu sempit. Ketika terjadi situasi itulah, maka ada sebuah solusi dengan me­mainkan wingback,” kata Rahmad Darmawan.

Baca Juga  Bersaing Kompetitif dengan Crosser Dunia, Delvintor Raih Poin Perdana di MXGP Sumbawa

Wingback merupakan peran untuk pemain terluar di posisi gelandang dalam skema tiga bek. Selain bertugas membantu perta­hanan, pemain yang ditem­patkan sebagai wingback dituntut melakukan pene­trasi menyisir pinggir lapa­ngan sembari tetap men­jaga kedalaman.

Pelatih asal Lampung itu menilai skema tiga bek merupakan formasi ideal untuk menghadapi lawan yang memainkan pola coun­ter attack. Dengan keberadaan wingback, per­tahanan tetap terlihat solid saat serangan dadakan tiba.

Saat menggunakan ske­ma empat bek, mantan pelatih Persija Jakarta itu menyebut bila duo bek tengah akan kerepotan saat dua fullback mereka tak segera bergerak turun. Hal ini berbeda dengan penggunaan tiga bek sen­tral.“Dengan memakai tiga defender, pada saat kita melakukan serangan tetap ada keseimbangan. Wing­back tidak akan ragu-ragu untuk pergi ke atas (me­lakukan serangan) karena keseimbangan berta­han­nya lebih aman,” papar Rahmad Darmawan.

Baca Juga  Izin Kepolisian Belum Dicabut, Kick-off Liga 1 masih Tersandung Rekomendasi BNPB

“Tiga pemain center back dan satu gelandang bertahan yang biasanya akan berhenti untuk ber­tahan, itu akan menutup ruang di belakang perta­hanan yang sempat ter­buka lebar,” tandas RD.

Skema tiga bek ini mulai populer di Inggris saat Antonio Conte membawa Chel­sea juara Premier Lea­gue 2016/2017. Dengan ske­ma 3-4-1-2, The Blues ber­hasil memimpin di pering­kat per­tama sejak pekan 12 hingga akhir musim. (*/boy)