TAN MALAKA, METRO–Pelaku pemalakan sopir truk di kawasan Indaruang, Kota Padang, Izet yang videonya viral sejak bebarapa hari terakhir, akhirnya tertangkap. Namun bagaimana dengan pemalak-pemalak lainnya.
Di beberapa titik di Kota Padang saat ini cukup banyak juga pemalak beraksi. Mereka biasanya beraksi di simpang-simpang jalan dan memintai sejumlah uang pada sopir-sopir angkutan umum. Baik mengatasnamakan jualan tisu, permen hingga menyiramkan air sabun ke mobil-mobil saat hujan dan meminta uang dari pemilik kendaraan.
Bahkan, tempat wisata sekelas Pantai Padang pun juga kerap menjadi ladang bagi pemalak-pemalak remaja dan cilik (anak kecil) meminta uang kepada pengunjung dengan cara bertepuk tangan sampai bernyanyi. Lalu kemudian ngotot minta duit dari pengunjung.
“Seharusnya semua pemalak di Kota Padang disikat habis. Sehingga tak ada lagi yang berani melakukannya,” sebut Ita (40), salah seorang ibu rumah tangga.
Aksi pemalakan menurutnya sudah mengganggu ketertiban umum. Seperti di tempat-tempat wisata, persimpangan jalan dan lokasi lainnya. “Kalau ada sikap tegas dari petugas, tentu tak akan ada lagi yang berani memalak orang lain,” sebutnya.
Kepala Sat Pol PP Padang, Alfiadi mengatakan aksi pemalakan oleh preman-preman di persimpangan murni tindakan kriminal sama halnya dengan balap liar dan tawuran. Penindakannya memang harus dilakukan oleh polisi bukan Sat Pol PP.
“Itu ranah kriminal, kewenangannya polisi. Polisi punya pistol, kalau kita hanya ada pistol aia. Jadi dengan apa kita amankan,” tukas Alfiadi.
Preman pemalakan Izet akhirnya ditangkap polisi, Kamis (15/7) pagi di Tanahdatar. Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan Izet yang merupakan warga Lubuk Kilangan Kota Padang itu, adalah buronan polisi, terkait kasus pemalakan dan pemukulan sopir truk.
Ketika penangkapan, kata Stefanus, pelaku sempat kabur. Petugas di lapangan pun akhirnya kejar-kejaran dengan Izet hingga akhirnya ia menyerah. Preman ini sempat sembunyi di kebun, sehingga terjadi kerja-kejaran dengan aparat. Selanjutnya, Izet akan diserahkan ke Polresta Padang, untuk proses hukum selanjutnya
Sebelumnya, aksi pemalakan dan kekerasan ini direkam serta viral di media sosial. Video berdurasi 4 menit 37 detik itu diupload di akun Facebook bernama Galigaman Sangir.
Dalam video, tampak seorang pria yang merupakan preman memakai kemeja warna dongker berpadu kaos putih berdiri di pintu kemudi. Selain melontarkan kata-kata kotor dalam bahasa Minang, pria itu juga memukul sopir truk. Selama video, sang sopir tidak melakukan perlawanan. (tin)






