PDG PARIAMAN/PARIAMAN

Kepala Daerah Diminta Rutin Razia Prokes

0
×

Kepala Daerah Diminta Rutin Razia Prokes

Sebarkan artikel ini
FB IMG 16261155549882
VIDCON—Wawako Mardison Mahyuddin saat vidcon dengan Wagub Audy Joinaldy.

Wakil Gubernur Su­matera Barat, Audy Joi­naldy dan  Wakil Wali Kota Pariaman, Mardison Mah­yuddin, kemarin mengikuti Video Conference (Vidcon) penanggulangan covid-19 di Sumatera Barat.

Sebab di Sumatra Barat ada tiga Kota yang mulai hari ini diberlakukan Pem­berlakuan Pembatasan Ke­giatan Masyarakat  ( PPKM ) mikro.

Audy Joinaldy menga­ta­kan bahwa saat ini ting­kat kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumatera Barat cukup tinggi, trendnya se­tiap hari semakin mening­kat, sehingga Sumatera Barat telah berada di zona merah atau level asesmen 4.

“Dengan status terse­but, kita berharap peran serta aktif dari kepala da­erah kabupaten/kota yang ada di Sumbar, dapat me­ngam­bil langka-langkah strategis untuk mengu­rangi penyebaran Covid-19 di daerahnya masing-ma­sing,” ujarnya.

Berdasarkan analisa data oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat selama pekan ke-70 pan­demi Covid-19 di Sumatera Barat terhitung tanggal 11 Juli 2021 sampai tanggal  17 Juli 2021, ada 3 kota yang masuk pada Level Asses­men 4 atau transmisi yang tidak terkontrol dengan kapasitas respons tidak memadai (kondisi darurat), yaitu Kota Bukittinggi, Kota Padang dan Kota Padang Panjang, jelasnya.

Baca Juga  Waspadai Setiap Pergerakan Gempa

“Dengan telah ditetap­kannya  Level Assesmen Situasi Pandemi pada ming­gu ke-71 ini, diminta kabu­paten/kota segera menye­suaikan segala aktivitas di daerahnya dengan keten­tuan yang ada. Yang ter­pen­ting segera dilakukan adalah pendirian rumah isolasi oleh masing-masing kabupaten dan kota, serta peningkatan vaksinasi di daerahnya masing-ma­sing. Kita juga akan memfa­silitasi kebutuhan tiap Ka­bu­paten/Kota apabila keku­rangan bed dan vaksin di daerah,” ungkapnya.

Lebih lanjut Audy Joinal­dy berharap satgas kabu­paten/kota lebih intensif lagi memberlakukan berba­gai upaya yang dianggap penting dan perlu, seperti melakukan tracking dan tracing masif terhadap ma­syarakat potensial terpa­par Covid-19, dalam rang­ka untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di daerah, ulasnya.

Baca Juga  Wako Akui Daerahnya Banyak Potensi Wisata

“Kita juga mengimbau, kiranya masyarakat juga berperan aktif dalam me­mutus mata rantai penye­baran Covid-19 dengan berdisiplin tinggi mene­rapkan protokol kesehatan dalam aktifitas sehari-hari. Tanpa dukungan masya­rakat, apapun regulasi, cara, metode yang akan diterapkan pemerintah, tidak akan berjalan baik tanpa adanya dukungan dan partisipasi masyarakat secara keseluruhan,” tu­kas­nya.

Wakil Walikota Paria­man, Mardison Mahyuddin mengatakan bahwa Kota Pariaman saat ini gencar melakukan razia dan pe­nin­dakan pelanggaran pro­tokol kesehatan baik ke­pada perorangan tempat usaha oleh Satgas Perce­patan Penanganan Covid-19 Kota Pariaman

“Kita secara rutin dan berkala melakukan razia untuk pelanggar prokes, baik di fasilitas umum dan tempat wisata. Kita juga gencar melaksanakan vak­sinasi yang kita lakukan setipa hari, selain kebijakan berlandaskan kearifan lo­kal (local wisdom) dengan membuat Desa Tangguh, yang menyediakan tempat isolasi dari Desa dan kelu­rahan,” tutupnya. (efa)