PDG.PARIAMAN, METRO–Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub Sumbar), Audy Joinaldy menilai penerapan aturan sesuai kebijakan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah berjalan dengan baik.
Hal ini dibuktikan dengan penumpang yang datang harus membawa surat bukti PCR Swab yang berlaku 2 x 24 jam.
“Hari ini hanya ada 14 penerbangan datang dan pergi di BIM. Untuk kedatangan hanya dari dua daerah, yaitu dari Jakarta dan Batam,” kata Audy saat meninjau penerapan aturan terkait PPKM di BIM, Minggu (11/7).
Untuk penumpang yang datang dari Jakarta semuanya wajib memiliki bukti PCR swab 2×24 jam. Petugas di bandara sudah memastikan hal tersebut berjalan dengan baik.
Sementara untuk penumpang yang datang dari Batam pada hari Senin (12/7) juga akan diwajibkan memiliki bukti PCR 2 x 24 jam. Hal itu diterapkan karena Batam juga merupakan salah satu daerah yang masuk kebijakan PPKM Darurat.
Sementara untuk masyarakat yang ingin keluar menggunakan pesawat udara, Audy menilai kedatangan dan keberangkatan di bandara sudah terdata dengan baik. Sehingga pengawasan penerapan aturan juga relatif lebih mudah.
Menurutnya, dengan adanya surat bukti PCR swab tersebut, tidak dibutuhkan lagi posko tes PCR swab di BIM. Karena hanya akan menjadi pemborosan.
“Dulu kan yang datang itu hanya pakai surat keterangan rapid anti body atau antigen. Sehingga perlu posko tes PCR swab di bandara. Sekarang sudah pakai surat bukti PCR jadi tidak dibutuhkan lagi,” katanya.
Selain di BIM, Audy juga akan meninjau penerapan aturan PPKM pada beberapa fasilitas yang dinilai berpotensi terjadinya kerumunan di Padang.
Saat peninjauan, Audy didampingi Kepala Dinas Kominfo Statistik Sumbar selaku Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Jasman Rizal, Kepala BPBD Provinsi Sumbar, Erman Rahman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar Arry Yuswandi, Kepala Satpol PP Provinsi Sumbar, Dedy Diantolany dan Kepala Otoritas Bandara (Otband) Wilayah VI Padang, Agoes Soebagio.(fan)





