OLAHRAGA

Honor Ditilep, Pelatih PON Tapakik, FA: ”Saya Tidak Mengambil, Tapi Menundanya”

0
×

Honor Ditilep, Pelatih PON Tapakik, FA: ”Saya Tidak Mengambil, Tapi Menundanya”

Sebarkan artikel ini
Togi P Tobing Ketum Pertina Sumbar

PADANG, METRO–Salah seorang pim­pi­nan pengurus Pertina Sum­bar terancam menda­pat­kan sanksi tegas, dari pim­pinan pengurus Penprov Pertina Sumbar. Hal itu menyusul salah seorang oknum pengurus Pertina Sumbar berinisial “FA” diduga telah menilep uang transport dan uang kon­sumsi salah seorang pe­latih tinju atlet PON Sum­bar.  Padahal, dana transport pelatih tersebut bukan haknya. Sementara, Efendi pelatih PON Sumbar ter­sebut merasa dirugikan dengan total Rp13, 9 juta. Uang belasan juta tersebut terdiri dari uang transport dan uang makan minum pelatih. Uang transport selama tiga bulan Rp9 juta @Rp3 juta perbulan ditam­bah uang konsumsi senilai Rp4, 992 juta @Rp1.248 000.

Ketua Penprov Pertina Sumbar Togi P Tobing me­nyayangkan, penilepan uang dana transpotasi dan uang konsumsi pelatih ter­sebut. Namun, sebelum­nya telah dilakukan me­diasi antara “FA” dengan Efendi, namun upaya  me­diasi tersebut tidak. “Na­mun, yang bersangkutan  “FA” tidak mau upaya me­diasi,” ujar Togi kepada wartawan, Minggu (11/7).

Dikatakan Togi, semen­tara “FA” tidak berhak mencairkan uang honor transportasi dan konsumsi tersebut di KONI Sumbar, sebab ia bukan pelatih. Sementara, Efendi meru­pakan berhak menerima honor tersebut karena, dia diusulkan menjadi pelatih atlet tinju PON Sumbar ke KONI Sumbar. Lalu, di SK-kan KONI Sumbar tahun 2020 lalu.

Maka, menyikapi hal ini, internal Pertina Sumbar segera menggelar rapat untuk mengambil langkah tegas terhadap “FA”. Kare­na, dinilai telah melangkahi kewenangan dan kega­duhan di internal Pertina Sumbar.

Sementara, pelatih dan atlet Sumbar lainnya ceria, setelah mereka menerima uang bulanan dari Januari hingga April 2021. Pastinya, dengan menerima uang bulanan ini, menjadi pe­lepas dahaga bagi mereka, untuk berjuang membawa nama Ranah Minang di PON mendatang.

Namun ada seorang pelatih yang kecele. Pelatih tinju atlet PO Sumbar Efen­di mengaku, honor yang seharusnya menjadi hak dia belum diterima selama 3 bulan, dari 4 bulan seha­rusnya diterima. Total u­ang yang digelapkan se­banyak Rp 13.992.000. Di­duga, uang sang pelatih ditilap oknum berinsial “FA”.

Baca Juga  Cari Inspirasi Modifikasi Canggih, Intip Honda PCX160 Karya Juara HMC

“Saya hanya terima honor transport Maret sa­ja. Sementara pada Janua­ri, Februari dan April, serta uang konsumsi dari Januari sampai April belum saya terima. Entahlah kenapa saya belum terima , tapi rekan rekan pelatih yang lain sudah terima,” kata Efendi.

Ia menyebutkan, honor Maret Rp 3 juta sudah dite­rima sebelum Hari Raya Idul Fitri. Sementara honor pada Januari sebanyak Rp3 juta, Februari sebanyak Rp 3 juta dan April Rp 3 juta belum diteirma. Ditambah uang konsumsi 4 bulan dengan total Rp 4.992.000 juga belum diterima. Sete­lah mendapat informasi dari sesama pelatih persia­pan PON 2021, sudah me­nerima Kamis – Sabtu (8-10 Juli) secara tunai.

Kata Efendi, dia men­jadi pelatih Tinju Sumbar berdasarkan usulan dari Pengprov Pertina Sumbar ke KONI Sumbar. Setelah itu, KONI Sumbar me­ng­e­luar­­kan SK No. 29 /2021, perihal penunjukkan diri­nya bersama Soleman Yal­mav menjadi Pelatih Tinju Sumbar.

Untuk pengalaman men­jadi pelatih tinju, Ia pun sudah unjuk kemampuan pada tahun 1985, saat me­latih Provinsi Riau bersama Kasman Arifin dan Parulan Pangaribuan. Atlet yang diasuh pada saat itu Ikh­wanul, Hamid Tomi, dan sederet petinju lainnya.

“Jadi penunjukkan saya sebagai Pelatih Tinju Sum­bar secara sah, bukan di­tunjuk begitu begitu saja. Jika ada yang menyebut saya tidak bisa melatih tinju, itu salah besar. Kare­na selain atlet, saya juga pernah menjadi Pelatih Tinju Sumbar dulunya,” tegas Efendi yang juga Mantan Petinju Ranah Mi­nang, memulai karir di Sasana Garuda Sakti Se­berang Padang.

Terpisah, mantan Ke­tua KONI Sumbar Syaiful mengaku miris mendengar masih ada juga pengge­lapan uang pelatih di KONI Sumbar. Karena hal itu merupakan perbuatan ti­dak terpuji dan tidak be­r­akhlak mulia. “Selama sa­ya memimpin KONI Sum­bar, berbagai cara dila­kukan, agar uang atlet dan pelatih tidak ditilap oleh oknum tak bertanggung jawab tersebut. Alham­dulillah tak ada lagi uang atlet dan pelatih ditilap. Tapi setelah saya tak lagi di KONI, hal ini terjadi lagi,”ucapnya bersedih.

Baca Juga  Persiapkan Tim untuk Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025,Persani Kirim 4 Atlet ke Jepang

Khusus kejadian di Per­tina Sumbar diakui Syaiful, KONI Sumbar mengeluar­kan SK untuk Efendi dan Soleman Yalmav sebagai pelatih tinju, untuk per­siapan PON 2021 Papua, berdasarkan usulan dari Pengprov Pertina Sumbar. “Kalau tidak ada usulan dari Pengprov Pertina Sum­­bar, mana mungkin KONI Sumbar SK kan dua pelatih mereka,”jelas Syai­ful.

Bukan Mengambil, Ta­pi Menunda

Sementara, ketika di­kon­firmasikan kepada “FA”, ia  membantah tidak per­nah mengambil hak platih atas nama Efendi. Ia hanya melakukan upaya memin­ta KONI Sumbar untuk menunda pembayaran u­rang trasnpoer dan kon­sumi terhadap pelatih yang bersangkutan. Semua itu dengan alasanya, karena yang bersangkutan Efendi,  tidak pernah ditunjuk se­bagai sebagai pelatih oleh Pertina Sumbar.

“Sekali lagi, saya tidak pernah mengambil hak pelatih atas nama Efendi, saya hanya meminta KONI Sumbar untuk mrnunda pembayaran haknya. Pe­nun­daan tersebut dilaku­kan membuat surat per­nyataan hitan di atas putih terhadap KONI,” ujar “FA”.

Ditambahkan FA, pe­ununjukan pelatih tersebut tidak boleh begitu saja, akan tetapi berdasarkan usulan dari Pengprov Ca­bor dalam hal ini Pertina Sumbar. Kemudian atas masukan dan saran dari Bidang Kepalatihan Cabor. Selain itu, atas dasar kebi­jakan Ketum Cabor berda­sarkan rapat pimpinan. Kemudian dari itu, ia yang bersangkutan hanuya ter­cantum sebagai pelatih saja, namun ia tak pernah menjalankan Tupoksi-nya sebagai pelatih. (boy)