METRO SUMBAR

Kurang Perhatian, di Kota Solok Usaha Ekonomi Kreatif Jalan di Tempat

0
×

Kurang Perhatian, di Kota Solok Usaha Ekonomi Kreatif Jalan di Tempat

Sebarkan artikel ini

SOLOK, METRO–Pada dasarnya, usaha ekonomi kreatif berbasis kerajinan sudah berkembang di Kota Solok. Namun kurangnya perhatian dari peme­rintah membuat Usaha Kecil Menengah (UKM) bidang ekonomi kreatif terlihat cenderung berjalan di tempat.

Tidak ada jaminan pemasaran, serta kurang luasnya penge­ta­huan masyarakat akan usaha kerajinan, imbasnya perkem­bangan usaha terhambat.

Wali Kota Solok, Zul Elfian menilai, Industri kerajinan se­benarnya sangat penting dan potensial dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Apalagi sektor perdagangan men­jadi salah satu sumber ekonomi utama masyarakat Kota Solok selain pertanian.

Namun, industri kerajinan bu­kanlah sesuatu yang hanya me­ngan­dalkan kemampuan berda­gang semata, berbagai hal kom­pleks ada di dalamnya.

“Skill, kreatifitas, peluang, dan manajerial harus sinergi untuk menciptakan sebuah produk kera­jinan, seperti apa yang akan di buat, bagaimana menciptakan daya tarik, apa tujuannya. Setelah itu, baru tentang pemasaran, bagaimana kondisi pasar, bagai­mana packaging, siapa target pasar, segmentasi pasar, dan tujuan pemasaran,” ujar Zul Elfian.

Dalam hal ini, Pemerintah Kota Solok tentu harus mengambil peran sebagai pembina industri kerajinan jika ingin member­dayakan masyarakat yang sudah mulai mengembangkan usaha ini.

Sebab Solok bukanlah kota yang di kenal dengan produk-produk kerajinan, atau bukan daerah yang kental dengan hasil kerajinan, apalagi pemasaran yang dilakukan sebelum-sebelum­nya hanya bersifat rumahan (dari rumah ke rumah).

Tapi, potensi tersebut dimiliki beberapa masyarakat, sehingga  perlu sedikit sentuhan pemerintah untuk memancing kerja dan ki­nerja industri kerajinan yang belum terlalu tersohor agar terus berkembang, dan mandiri, tentu untuk program-program monoton harus di ubah menjadi lebih kreatif, inovatif dan efektif untuk kema­juan pengrajin di Kota Solok.

Namun, asa dan harapan mun­cul dalam tiga tahun terakhir, Pemko Solok melalui program-program pemberdayaan, mulai melirik pengusaha kerajinan, ha­silnya beberapa UKM yang ber­gerak di bidang batik, tenun dan sulaman mulai mencuat namanya.

Bahkan diantaranya sudah ada menjangkau pasar dan segmen yang cukup luas, strategi dife­rensiasi atau menambahkan nilai plus pada produk menjadi kunci dari perkembangan usaha kreatif di Kota Solok, sesuatu hal yang pernah dilupakan pada tahun-tahun sebelumnya. Meski siklus hidup usaha kreatif di Kota Solok masih dalam tahap pengenalan produk, tapi ada harapan untuk maju dan berkembang.

Walaupun demikian, kendala-kendala yang muncul tidak dapat dihindarkan, kendalanya utama­nya yakni persaingan yang sangat ketat, apalagi dengan hadirnya batik printing dengan harga yang relatif murah. (vko)