PAYAKUMBUH/50 KOTA

Wawako Paya­kumbuh Ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur

1
×

Wawako Paya­kumbuh Ajak Warga Manfaatkan Lahan Tidur

Sebarkan artikel ini
MANFAATKAN LAHAN TIDUR— Wawako Erwin Yunaz mendukung kegiatan masyarakat yang manfaatkan lahan tidur untuk menopang bahan pangan keluarga.

POLIKO, METRO–Wakil Wali Kota Paya­kumbuh Erwin Yunaz dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Harapan me­lak­sanakan cocok tanam bersama dengan meman­faatkan lahan kosong di Kelurahan Koto Tuo Limo Kampuang, Kamis (8/7).

Wawako Erwin Yunaz mengatakan peman­faatan pekarangan yang dilaku­kan oleh KWT Tunas Ha­rapan tentu saja dapat menopang konsumsi ke­luarga masing-masing yang dapat memenuhi gizi ke­luarga, bahkan bisa dijual yang dapat me­ningkatkan ekonomi ke­luarga.

“Mari kita dukung ibu-ibu ini dan seluruh masya­rakat untuk meman­faat­kan pekarangan masing-masing, karena daerah kita sangat cocok untuk budidaya pertanian,” kata Wawako Erwin Yunaz ke­pada media.

Lebih lanjut Wawako menjelaskan tujuan pe­manfaatan lahan tidur ini adalah untuk me­ning­kat­kan ketersediaan, akse­sibilitas, dan pemanfaatan pangan rumah tangga sehingga sehat, aktif, dan produktif, apalagi disaat pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga  Meresahkan Warga sekitar Jorong Purwajaya, Pria Barangin Diamankan Pol PP

“Seperti kita ketahui, disaat pandemi Covid-19 ini dimana semua ke­gia­tan dibatasi, kita harus mampu melihat peluang. Jangan sampai ekonomi keluarga ikut-ikutan di­batasi,” jelasnya

“Makanya seperti ibu-ibu KWT ini, mengambil langkah positif dengan memanfaatkan lahan yang menganggur dan terus ditanami. Selain itu kita juga bisa melakukan fami­ly farming dengan me­manfaatkan lahan peka­rangan. Intinya, manfaat­kan semua yang bisa di­manfaatkan,” tukuknya.

Sementara itu Ilham Masni yang merupakan penyuluh BPP Kecamatan Payakumbuh Selatan me­ngatakan, anggota KWT Tunas Harapan ini be­rinisiatif memaksimalkan lahan pekarangan yang ada untuk melakukan bu­didaya tanaman horti­kultura dan tanaman obat.

Dalam pola budi­da­yanya KWT yang berdiri sejak 2008 dan berang­gotakan sebanyak 28 orang tersebut mengacu pada budidaya ramah ling­kungan dengan peman­faatan aneka bahan alami mulai dari persemaian hingga proses peme­li­haraan.

Baca Juga  JKN Sebagai Penyelamat, Yusman Bisa Berobat Tanpa Beban Biaya

Saat ini, aneka sayu­ran seperti bayam, kan­g­kung, seledri, selada keri­ting, bawang daun, pak­coy, dan lobak yang se­cara kontinue dibudid­a­yakan dengan meman­faatkan lahan demplot dan lahan pekarangan para anggota KWT.

“Sebelumnya KWT ju­ga telah melakukan panen jahe dan hasil penjua­lannya kita masukkan ke­dalam kas, dan anggota kelompok yang ingin me­man­faatkan kas juga bisa untuk pengembangan pe­manfaatan lahan agar pen­dapatan keluarga ang­gota meningkat,” ucap­nya.

Sebagai penyuluh Il­ham mengatakan telah melakukan pendam­pi­ng­an rutin ke KWT di Paya­kumbuh Selatan dan me­lakukan sharing teknologi terbaru tentang pertanian yang dapat diterapkan dan mencoba memberikan so­lusi atas permasalahan yang ada.

“Selain itu kami juga membagikan bibit sayu­ran secara gratis, dengan harapan selama pandemi Covid-19 ini setiap ang­gota KWT mampu me­ning­katkan ekonomi kelua­rganya,” pungkasnya. (uus)