PADANG, METRO–Pelabuhan Telukabyur merupajan pelabuhan Internasional yang banyak disinggahi kapal asing dan para awak kapalnya, sangat besar kemungkinan akan membawa Virus Covid-19 dengan varian delta. Seperti kita ketahui bahwa varian Delta ini sudah masuk ke Indonesia, dan Sumbar terancam akan dimasuki. Untuk itu kebijakan pemerintah untuk melakukan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah ditabuh sejak Rabu (7/7) hingga 21 Juli yang akan datang, sangat kita dukung.
Apalagi TKBM Koperbam Telukbayur yang memiliki anggota sekitar 616 orang, tiap hari bersentuhan langsung di lapangan. Untuk itu pengurus Koperbam Telukbayur dan anggota mendukung dan merapatkan barisan untuk memerangi virus Covid-19 dengan varian Delta itu, tentu saja dengan mematuhi aturan yang berlaku.
“Sekali saya tekankan kepada anggota yang akan melakukan aktivitas, tetap waspada, gunakan Alat Pelindung Diri (APD), patuhi protokol kesehatan dan safety kelengkapan kerja,” tegas Ketua Koperbam Telukbayur Chandra, didampingi Sekretaris Nursal Uce M, SH, Bendahara Usman Z, Ketua BP Paiman, dan anggotanya Samanhuri kepada POSMETRO kemarin.
Disebutkan Chandra, tren perkembangan kasus Covid-19 belakangan membuat pemerintah mengambil kebijakan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Pemerintah menetapkan kebijakan melalui instruksi Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat. “Perlu dipahami saat ini kita kembali menerapkan tahapan menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19,” tegasnya.
Nah untuk kawasan Pelabuhan Telukbayur, menurut informasi yang diperoleh kemarin, ada enam orang Anak Buah Kapal (ABK) yang baru saja masuk ke Pelabuhan Telukbayur. Meraka ini terindikasi Covid-19. Untung saja tim kesehatan pelabuhan cepat tanggap, sebelum menginjak kakinya di pelabuhan, mereka dibawa langsung ke salahsatu rumah sakit di Padang untuk menindaklanjutinya.
“Ini suatu contoh bagi dan bentuk kewaspadaan kami tehadap orang asing yang baru datang menginjakan kakinya di pelabuhan. Meski demikian, ditengah badai covid-19 ini aktivitas bongkar muat tetap berjalan. Keselamatan orang adan barang perlu dikedepankan,” ingat Chandra.
Selain itu yang lebih penting pada suasana ini yang kita butuhkan di Pelabuhan Telukabyur itu adalah kenyamanan, serta dengan suasana asri menuju pelabuhan Telukbayur yang terindah. Untuk menciptakan ini, perlu suasana yang nyaman dengan tetap memerangi para pelaku pungutan liar alias pungli.
“Pelaku pungli ini sangat merusak sekali terhadap rasa kenyamanan pelabuhan kita. Untuk itu semua unsur yang ada di kawasan pelabuhan Telukbayur merapatkan barisan. Perangi pungli dan ciptakan rasa nyaman di Pelabuhan Telukbayur,”ajak Chandra. (ped)






