PADANG, METRO–Seorang emak-emak yang videonya sempat viral di media sosial (medsos) gara-gara mengomentari penerapan protokol kesehatan (prokes) di Restoran Bebek Sawah, Kota Padang, sudah diperiksa oleh Ditreskrimsus Polda Sumbar.
Pemeriksaan terhadap emak-emak tersebut berlangsung pada Minggu (4/7) sekitar pukul 22.00 WIB hingga Senin (5/7/) sekitar pukul 02.00 WIB. Meski sudah dipulangkan dan berstatus terperiksa, emak-emak bernama Yulianti tersebut, proses hukumnya tetap dilanjutkan.
“Si ibu yang di video itu sudah kita periksa. Setelah pemeriksaan, yang bersangkutan sudah dipulangkan, (namun) prosesnya tetap jalan. Belum melakukan penahanan fisik. Ya, nantinya wajib lapor,” kata Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Senin (5/7).
Dijelaskan Kombes Pol Satake Bayu, terperiksa saat membuat video ibu tersebut baru kembali ke Padang. Pembuatan video tersebut pada 2 Juli 2021. Kemudian dibagikan ke salah satu grup WhatsApp. Sekitar pukul 15.00 WIB di salah satu grup WhatsApp..
“Pemeriksaan ibu dalam video tersebut terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Yang bersangkutan bisa terancam lima tahun penjara. Status Yulianti saat ini masih sebagai terperiksa,” jelas Kombes Pol Satake Bayu.
Kombes Pol Satake Bayu menuturkan, yang bersangkutan KTP-nya Jakarta, Tanah Abang Jakarta, tetapi kelahiran Padang. Dalam penyelidikan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa HP dan SIM Card milik Yulianti.
Terkait Yulianti telah membuat video pernyataan permintaan maaf, Kombes Bayu mengaku udah melihat video tersebut. Hanya saja, video permintaan maaf itu tidak mempengaruhi proses hukum.
“Video itu tidak akan akan mempengaruhi proses (hukum) yang sedang berlangsung. Ibu itu kita jerat dengan UU ITE dan KUHP. Kalaupun ada video permintaan maaf, paling hanya untuk meringankan saja,” tambahnya.
Selain memeriksa pembuat video, polisi juga memeriksa pemilik dan pengelola rumah makan tersebut dengan mengedepankan Perda No 6 Tahun 2020 tentang adaptasi kebiasaan baru.
Pengelola Restoran Diperiksa
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang memanggil pengelola restoran ‘Bebek Sawah’ yang sempat viral di media sosial karena tidak menerapkan protokol kesehatan, sehingga muncul kerumunan saat makan di restoran itu.
Kepala Bidang P3D Satpol PP Kota Padang Bambang Suprianto mengatakan, menanggapi laporan ma syarakat mengenai pelanggaran protokol kesehatan, pihaknya memanggil pengelola pada Minggu (4/7).
Ia menjelaskan kepada pengelola usaha Bebek Sawah mengenai Perda No 11 tahun 2005 tentang Trantibum dan Perda No. 01 tahun 2021 tentang Adaptasi Kehidupan Baru.
“Tidak hanya itu, pengelola Restoran Bebek Sawah diberi surat panggilan ke kantor Satpol PP Kota Padang pada Senin (5/7/2021),” katanya.
Dia mengatakan pengelola maupun pengunjung tempat umum ataupun restoran diminta terus meningkatkan kedisiplinan menerapkan protokol kesehatan (prokes).
Minta Maaf
Sementara itu, Yulianti melalui videonya telah menyampaikan permintaan maaf atas videonya sebelumnya.
“Kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia saya minta maaf atas video saya itu,” ungkapnya.
Dikatakan Yulianti, niatnya buat video tersebut hanya untuk canda-candaan buat teman temannya, tidak ada maksud lain. “Saya berharap kasus tersebut tidak diperpanjang,” ungkapnya.
Sebelumnya, video emak-emak ini beredar dan viral di media sosial. Video berdurasi 1 menit 5 detik itu, ibu yang mengenakan hijab hitam tersebut m enyebutkan bahwa dia berada di Restoran Bebek Sawah. Ia kemudian memvideokan kondisi di restoran yan g sedang ramai pengunjung.
“Di Padang kota bebas. Makan apa aja kita, enggak ada yang di-lock down, enggak ada pembatasan dan sekat-sekat. Tuh, lihat tuh, rame. Enggak ada, bebas semua, tidak ada jaga jarak,” katanya dalam video.
Ibu tersebut mengungkapkan bahwa Kota Padang aman dan tidak takut sama corona. Ia pun juga mempertanyakan kenapa warga di Jakarta panik.
“Padang aman, tidak takut sama corona. Lihatlah, lihat. Saya lagi di Padang, makan di Restoran Bebek Sawah. Rame, enggak ada jaga jarak. Bebas. Kenapa kita di Jakarta pada panik semua? Udah jangan panik, terus saja lawan, pemerintahan zolim, ayo selamat makan semua-semua,” ungkapnya dalam video yang viral tersebut. (*)






