METRO PADANG

Bagian Anatomi FK Unand Edukasi Covid-19 di TM dan Basko Mall, ”Jangan Abaikan Prokes Usai Vaksin”

0
×

Bagian Anatomi FK Unand Edukasi Covid-19 di TM dan Basko Mall, ”Jangan Abaikan Prokes Usai Vaksin”

Sebarkan artikel ini
FK Unand d11i TM oke
EDUKASI— Empat dokter dari Fakultas Kedokteran Unand, memberikan edukasi tentang vaksin Covid-19 di Trans Mart, Minggu (4/7).

KHATIB, METRO–Ada kejadian istimewa di Trans­mart Padang pada Minggu (4/7). Pasalnya, tempat yang biasanya dikunjungi masyarakat untuk berbe­lan­ja dan hiburan, kali ini didatangi oleh empat dokter dari Fakultas Ke­dokteran Universitas Andalas (FK Unand) untuk berbagi ilmu dan pengalaman terkait KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) Vaksin Covid-19.

Mereka adalah Dr. dr. Ra­­veinal, Sp.PD-KAI, FINA­SIM; dr. Fenty Ang­grainy,­ Sp.P(K), FAPSR; dr. Afdal, Sp.A, M.Biomed; dan dr. Martga Bella Rahi­mi, M.Biomed.

Kedatangan para dok­ter disambut baik oleh Yudi Siswanto yang merupakan Store General Manager Transmart Padang. Yudi menyatakan Transmart memperoleh alokasi vaksin sebanyak 2.500 dari Dinas Kesehatan tetapi tidak se­penuh­nya tersalurkan ka­rena banyaknya informasi yang salah yang beredar. “Karena itu, kami berharap kehadiran dokter-dokter ini di Mall akan mening­katkan partisipasi mas­yarakat terutama karya­wan Mall untuk mau divak­sin,” katanya.

Acara diawali dengan penyampaian edukasi se­kilas pandang tentang Co­vid-19 oleh dr Raveinal yang merupakan Ketua Komisi Daerah KIPI Pro­vinsi Sumbar sekaligus ang­gota Tim Advokasi IDI tentang Covid-19 di tingkat nasional. Dia menyam­paikan, vaksin aman dibe­rikan kepada semua lapi­san masyarakat dan hanya beberapa kondisi tertentu saja yang tidak layak atau tidak boleh diberikan vak­sin.

Baca Juga  BMKG: Peluang Hujan Tiga Hari ke Depan

 “Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk tidak vaksin karena dengan vak­si­nasi akan membuat se­seorang lebih terlindungi dibanding yang tidak,” kata Raveninal.

Fokus acara lebih ba­nyak ke tanya jawab dari pe­serta ke narasumber yang hadir. Seorang pe­serta bertanya apakah se­telah divaksin perlu istira­hat dari pekerjaan?” Per­tanyaan ini dijawab oleh drAfdal dengan baik. “Ti­dak perlu. Kita hanya perlu pantau 15-30 menit setelah divaksin untuk mengetahui apakah ada alergi atau tidak yang bisa menye­bab­kan syok anafilaksis. Jika tidak ada, bisa langsung beraktivitas seperti biasa,” jawabnya.

Selanjutnya, peserta lain juga bertanya, apakah setelah divaksin masih bisa terserang Covid? Dari penjelasan dr. Fenty Ang­grai­ny, diketahui bahwa se­seorang yang sudah divak­sin masih bisa terserang Covid-19 sehingga protokol kesehatan harus tetap dija­lankan dengan ketat.

Baca Juga  Festival Alek Nagari Nan XX Kecamatan Lubeg Resmi Ditutup, Kelurahan Lubeg Nan XX Juara Umum

“Bukan berarti setelah divaksin kemudian menjadi abai. Antusias peserta sangat luar biasa hingga setelah acara ditutup ma­sih ada yang menemui na­ra­sumber untuk bertanya mengenai hal-hal terkait Covid-19,” katanya.

Dosen muda sekaligus penggagas kegiatan, dr Martga Bella Rahimi me­nya­takan bahwa, acara ini merupakan pengabdian masyakat Bagian Ana­tomi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas da­lam rangka membantu pro­gram pemerintah un­tuk mempercepat vaksi­nasi.

Sebelumnya, Jumat lalu (25/6) tim juga sudah me­lak­sanakan acara serupa di Matahari Basko Grand Mall. “Saat ini, target kita memang masih ke staf/karyawan Mall. Namun, jika ada undangan dari tempat lain baik itu pe­merintah ataupun pelaku usaha dan pariwisata, in­syaAllah kita berkenan ha­dir,” katanya. (rom)