METRO SUMBAR

Hadapi Era Society 5.0, Wagub Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri

0
×

Hadapi Era Society 5.0, Wagub Ajak Generasi Muda Persiapkan Diri

Sebarkan artikel ini
WEBINAR KAMPUS— Wagub Sumbar, Audy Joinaldy memberikan arahan saat Webinar Musyawarah Luar Biasa Forkommasi se-Sumbar di Auditorium Kampus II IAIN Batusangkar, Jumat (2/7).

BATUSANGKAR, METRO–Peran generasi muda milenial sangat berpe­nga­ruh terhadap perubahan Era Society 5.0. Yaitu, meng­gunakan teknologi dengan sebaik-baiknya. Sehingga mampu mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik menjadi satu. Belakangan ini istilah Industri 4.0 santer menghiasi media massa maupun media sosial. Be­lum usai hiruk-pikuk akibat Revolusi Industri 4.0, yang dibarengi perkembangan era disrupsi, tiba-tiba dike­jutkan dengan munculnya Society 5.0 (masyarakat 5.0).

Wakil Gubernur (Wa­gub) Sumatera Barat (Wa­gub Sumbar) Audy Joi­nal­dy mengatakan, peran pemerintah mem­berda­yakan masyarakat di Era 5.0 dengan memperta­han­kan kearifan lokal, perlu mengenalkan peran Society 5.0 pada kehidupan sehari-hari.

“Hal ini dikenal dengan istilah Social Cyber System and Machine Learning in Era Society 5.0,” ungkap Audy Joinaldy saat We­binar Musyawarah Luar Biasa Forum Komunikasi Mahasiswa Pengem­ba­n­g­an Masyarakat Islam (For­kommasi) se Sumbar di Auditorium Kampus II IA­IN Batusangkar, Jumat (2/7).

“Kita dikejutkan saat Pemerintah Jepang tahun 2019 memperkenalkan Era 5.0 atau super smart society. Dibuat sebagai solusi dan tanggapan dari revo­lusi industri 4.0 dan diang­gap akan menimbulkan degradasi manusia,” kata Audy Joinaldy.

Orang nomor dua di Sumbar ini menjelaskan,  ke depan, masyarakat di­do­rong untuk dapat me­nyelesaikan berbagai tan­ta­ngan dan permasalahan sosial, dengan meman­faatkan berbagai inovasi yang lahir di era Revolusi industri 4.0.

Ada tiga hal ditandai dengan hadirnya Era Society 5.0. Pertama, muncul­nya bisnis baru yang stra­tegi, lebih inovatif dan Intangible Assets (aset tak berwujud fisik) yang bisa diperjual belikan. Seperti, aplikasi online. Kedua, mun­cul profesi-profesi baru yang sebelumnya dengan berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan bua­tan dan robotika untuk bisa bersaing.

Baca Juga  Usai Menggagahi Anak Tiri, Pria Paruh Baya Minum Racun Serangga

Ketiga, solusi meng­hasil­kan produk unggul yang menghasilkan produk dengan memanfaatkan teknologi, menggunakan tenaga kerja yang handal dalam IoT. “Society 5.0 ialah masyarakat dapat menyelesaikan berbagai tantangan dan permasa­lahan sosial dengan me­manfaatkan berbagai ino­vasi yang lahir di era Revo­lusi industri 4.0. Seperti Internet on Things (IoT), Artificial Intelligence (ke­cer­dasan buatan), Big Data (data dalam jumlah besar), dan robot, untuk mening­katkan kualitas hidup ma­nusia,” jelasnya.

Ada tiga kemampuan utama menghadapi Society 5.0. Pertama, kemam­puan memecahkan masa­lah kompleks dan dapat menjadi problem solver bagi dirinya serta orang banyak. Kedua, kemam­puan berpikir kritis dan peka terhadap kehidupan sosial. Ketiga, kemampuan untuk berkreativitas berba­sis IoT.

Audy Joinaldy juga men­je­laskan, peran aktif pe­muda di era 5.0 harus me­miliki kekuatan moral, kon­trol sosial dan bisa menjadi agen perubahan. “Gene­rasi muda harus siap meng­hadapi era Society 5.0 di Indonesia dengan man­faat­kan SDM yang ada. Karena SDM di Indonesia tidak kalah dengan luar negeri. Society 5.0 sebagai komplemen revolusi In­dustri 4.0, perlu diarahkan pada generasi muda untuk kemajuan bangsa Indonesia di masa mendatang,” harapnya.

Konsep revolusi revo­lusi 4.0 dan Society 5.0 tidak memiliki perbedaan yang jauh. Hanya saja konsep Society 5.0 lebih memfo­kuskan konteks terhadap manusia. “Era 4.0, kita bisa mengakses juga memba­gikan informasi di internet. Society 5.0 adalah era di mana semua teknologi bagian dari manusia itu sendiri. Internet bukan sekedar untuk berbagi in­for­masi, melainkan untuk menjalani kehidupan”, ung­kap Audy Joinaldy.

Baca Juga  Bupati Dharmasraya Ingatkan OPD, Program harus Memiliki Fokus dan Prioritas Jelas

Ia juga menambahkan, dalam Society 5.0, berbagai isu sosial akan teratasi. Manusia akan terlepas dari berbagai macam keter­batasan dalam hidup. Se­perti, jarak dan lokasi su­dah tidak lagi menjadi ken­dala.  “Nantinya semua langkah kita bisa diketahui melalui GPS. Jarak dan lokasi tidak lagi menjadi kendala, dari segi pe­ngiri­man barang, kesehatan, pendidikan, pekerjaan se­perti sekarang ini. Kerja tidak perlu dari kantor (work from home). Semua bisa dilakukan jarak jauh dari rumah, tanpa harus ber­temu secara fisik,” tam­bahnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Batusangkar, Dr. Mar­joni Imamora, M.Sc me­nyampaikan, revolusi in­dustri 4.0 menggunakan kecerdasan buatan se­bagai komponen utama dan Society 5.0 meng­gu­nakan teknologi modern dan me­ngandalkan manu­sia seba­gai komponen u­ta­ma­nya.

“Segala kecanggihan tek­nologi tidak akan membawa manfaat apabila manusia sebagai pengguna tidak dapat mengope­rasi­kan­nya. Manusia tidak cukup hanya sebatas memahami atau diberikan sebuah se­buah teori saja, harus ber­pikir kritis, kreatif dan kon­struktif,” ujar Marjoni.

Adanya pembaharuan pada era tersebut, dapat menghasilkan nilai baru dengan elaborasi dan kerja sama pada sistem, infor­masi dan teknologi yang juga meningkatkan kualitas SDM yang dibutuhkan (Human Capital). (fan)