SAWAHLUNTO, METRO–Beri bimbingan kepada kelompok peternak UPTD Puskeswan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Sawahlunto secara terus menerus. Bimbingan tersebut berupa peningkatan pengetahuan peternak kerbau, terkait manajemen pemeliharaan dan aplikasi teknologi reproduksi.
Kepala UPTD Puskeswan, drh Feri, mengatakan bahwa kegiatan ini mempunyai target yaitu pembinaan kelompok, penguatan dan pengelolaan organisasi pada kelompok peternak. Serta peningkatan pemahaman peternak terhadap manajemen pemeliharaan, pengenalan teknologi reproduksi. Dan meningkatkan keikut sertaan seluruh anggota kelompok dalam perkembangan teknologi reproduksi.
Selain kegiatan tersebut, bersama bidang PKHP dan penyuluh desa batu Tanjung, team UPTD Puskeswan melakukan Pemeriksaan Kebuntingan, Pemeriksaan Reproduksi dan penanganan klinis lainnya berupa pemberian obat cacing, dan vitamin. “Alhamdulillah, kolaborasi UPTD Puskeswan, penyuluh dan bidang PKHP dalam kegiatan pemeriksaan ternak kerbau di kelompok ternak Mansiruak berjalan lancar dan sukses,” ujar drh Feri, Rabu (29/6).
Dari hasil Pemeriksaan Kebuntingan dan Reproduksi, Feri dan tim UPTD Puskeswan, Bidang PKHP, dan Penyuluh mengadakan evaluasi dan menyampaikan hasil pemeriksaan kepada Kelompok ternak Kerbau Mansiruak di Desa Batu Tanjung. Selanjutnya, ternak kerbau yang di pelihara akan di gulirkan, setelah induk kerbau tersebut menghasilkan anak.
Dikatakannya, manajemen pemeliharaan baik klinik maupun reproduksi sangat perlu di perhatikan, apalagi yang sedang di pelihara oleh kelompok ternak kerbau Mansiruak adalah kerbau betina, sehingga yang sangat perlu di perhatikan adalah pengamatan berahi, ciri ciri kerbau berahi, waktu optimal untuk di kawinkan, dan melaporkan ke Puskeswan jika kerbaunya sudah di kawin agar di adakan pemeriksaan Kebuntingan.
“Populasi kerbau, sapi, kambing hendaknya slalu berkembang dengan baik dan menambah populasi ternak Kota Sawahlunto, sebab ternak sehat masyarakat sejahtera adalah moto UPTD Puskeswan,” tegas drh Feri. (pin)





