METRO SUMBAR

Antisipasi Covid-19, Pemprov Sumbar Batalkan Perjalan Dinas ke Jawa

1
×

Antisipasi Covid-19, Pemprov Sumbar Batalkan Perjalan Dinas ke Jawa

Sebarkan artikel ini
TINJAU—Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi jajaran OJK bekerjasama Dinas Kesehatan Padang di kampus BRI Padang.

PADANG, METRO–Pemerintah Provinsi Suma­tera Barat mengambil kebijakan mem­batalkan semua perjalan dinas menuju Pulau Jawa untuk semen­tara dalam upaya pe­ngendalian COVID-19 di daerah itu. “Gubernur sudah setuju untuk pembalasan perjalanan dinas bagi ASN internal Pem­prov Sumbar ke Jawa. Semen­tara semua kegiatan gunakan kon­ferensi video atau telepon,” kata Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi jajaran OJK beker­jasama Dinas Kesehatan Pa­dang di kampus BRI Padang, Senin (28/6).

.Wagub mengatakan guber­nur juga akan mengimbau bu­pati dan wali kota mengambil kebijakan yang sama karena kondisi di Jawa sedang berba­haya dalam hal pe­nye­baran COVID-19.

“Saat ini kasus COVID-19 di sana terutama DKI Jakarta trennya naik. Angka yang kena lebih banyak dibandingkan yang sembuh. BOR (Bed Occupancy Rate) sudah di atas maksimal. Karena itu lebih bijak­sana untuk menghentikan per­jalanan dinas ke sana untuk semen­tara, me­nung­gu kondisi kembali kon­dusif,” ujarnya.

Baca Juga  Wali Kota Lantik Lima Pejabat Struktural

Meskipun kebijakan pemba­talan perjalanan dinas ke Jawa bisa dilakukan, tetapi peme­rintah daerah tidak bisa mela­kukan pembatasan kunjungan dari luar ke Sumbar.

Terkait vaksinasi di Sumbar Audy mengatakan capaian su­dah naik signifikan karena Ge­byar Vaksinasi yang digelar TNI/Polri. Namun, angka pasti di sistem masih belum diperbarui. “Hitung-hitungan dengan Ka­polda Sumbar, capaian­nya bisa naik antara 45-53 persen dari awalnya hanya 26 persen,” ujarnya.

Meski demikian secara pe­ringkat secara nasional belum bisa ditentukan karena semua provinsi juga melakukan per­cepatan vaksi­nasi.

Ke depan dalam upaya perce­patan vaksinasi di Sumbar Audy mengatakan vaksin bisa diberi­kan pada semua masya­rakat yang berumur diatas 18 ta­hun.“Jadi siapa saja yang mau divaksin, langsung berikan. Tidak perlu diberi syarat harus membawa dua lansia seperti yang dilakukan sebelumnya,” kata­nya.

Baca Juga  Untuk Balita Kelainan Jantung, Wawako Allex Salurkan Bantuan Baznas

Kemudian ia meminta se­mua warga yang telah divaksin, yang telah merasakan manfaat­nya, yang sudah paham bahwa vaksin ter­nyata tidak berbahaya seperti hoaks yang banyak beredar, ajaklah orang tua masing-masing untuk vaksinasi. “Mungkin pendekatan dari anak atau keluarga akan lebih efektif dibandingkan dari pihak lain,” katanya.

Audy juga mengapresiasi vak­sinasi yang dilaksanakan oleh jajaran OJK dan berharap bisa mencapai 100 persen bah­kan kalau bisa lebih.

Kepala OJK Sumbar Yusri m­e­nga­takan vaksinasi yang dilak­sanakan bekerjasama d­e­ngan Di­nas Kesehatan Kota Padang itu ditargetkan untuk 1.300 orang. “Ini upaya untuk mencapai imunitas yang baik supaya terhindar dari COVID-19. Mudah-mudahan ca­paian bisa lebih dari target,” katanya. (fan)