METRO PESISIR

Pariaman Bangun 71 KSB

0
×

Pariaman Bangun 71 KSB

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO–Meningkatkan Sumber Da­ya Manusia (SDM) Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kota Pa­riaman dalam menghadapi kesiapsiagaan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Da­erah (BPBD) Kota Pariaman, bekerjasama dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat, meng­gelar pembinaan KSB, monitoring dan evaluasi Forum Peng­gurangan Resiko Bencana  ( FPRB ) Kota Pariaman tahun 2021).

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pariaman, Yota Balad, dan dihadiri oleh Yusra Agustin mewakili Kalaksa BPBD Pro­vinsi Sumatera Barat, yang juga sebagai Narasumber bersama dengan Patra Rina Dewi dari Komunitas Siaga Tsunami (Ko­gami) Sumbar, Kepala Pelak­sana (Kalaksa) BPBD Kota Paria­man, Azman dan jajaran BPBD Kota Pariaman.

“Secara umum, wilayah Sumatera Barat, termasuk Kota Pariaman merupakan wilayah rawan bencana, baik secara geologis, hidrologis, geografis dan demografis. Kota Paria­man dengan panjang garis pantai sepanjang 12,7 km, mem­buatnya sangat berpotensi terhadap ancaman risiko ben­cana,” ujarnya.

Baca Juga  Camat Dukung Tim Kuranji ke Zona Provinsi TMC II

Lebih lanjut, mantan Ins­pektur Kota Pariaman ini me­nga­takan bahwa untuk me­ngantisipasi risiko tersebut, kita perlu untuk mengotimalkan peranan dan kesadaran ma­sya­rakat terhadap kesiagaan dan kewaspadaan bencana.

“Saat ini, Kota Pariaman telah membentuk 71 KSB (Ke­lompok Siaga Bencana) di 71 Desa/Kelurahan, yang berarti, Desa dan Kelurahan yang ada di Kota Pariaman, seluruhnya telah mempunyai KSB, dan untuk FPRB, kita akan per­baharui kepengurusanya da­lam kegiatan kali ini,” tukasnya.

“Dalam proses penye­leng­garaan penanggulangan ben­ca­na, terdiri atas 3 (tiga) tahap yang meliputi: pra-bencana, seperti kegiatan yang kita la­kukan saat ini, saat tanggap darurat, dimana saat terjadi­nya bencana dan pasca ben­cana, atau penanganan se­telah ben­cana,” ungkapnya lebih lanjut.

“Bencana merupakan suatu kejadian yang tidak dapat di­prediksi, ia datang secara tiba-tiba dan bersifat sangat meru­sak seluruh sendi kehidupan baik ekonomi, sosial dan lain-lainya. Pengalaman selama ini telah menunjukkan, bahwa bencana seperti tsunami dan gempa, tidak satupun instansi dan teknologi yang mampu secara pasti memprediksinya, apalagi untuk mencegahnya,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Gelar Kontes Kerbau Gadang

“Karena itu, dalam pe­na­nganan bencana, kita perlu meningkatkan SDM dari KSB kita, karena dengan SDM yang handal yang telah terbekali, maka KSB Kota Pariaman nan­tinya akan menjadi sosok agen perubahan yang menjadi con­toh bagi masyarakat lainya,” ucapnya.

Yota Balad juga mengu­capkan terimakasih kepada BPBD Provinsi Sumatera Barat yang telah menggelar kegiatan ini di Kota Pariaman, sehingga kerjasama yang tercipta se­lama ini, dapat berjalan dengan baik, antara Provinsi dan Kota Pariaman. (efa)