PADANG, METRO–Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah sebagai pemegang saham pengendali, tidak hanya sekedar memimpin rapat rencana konversi Bank Nagari men jadi Bank Nagari Syariah.
Tetapi juga ikut konsen terhadap proses dan solusi dari rencana konversi tersebut. Salah satu persoalan yang muncul terkait rencana konversi tersebut , adanya deposan (pihak yang menyimpan dana secara deposito di bank-red) akan menarik dananya dari Bank Nagari.
“Mengetahui adanya informasi tersebut, Mahyeldi Ansharullah langsung merespon dengan mengunjungi deposan besar yang nilainya ratusan miliar rupiah, “ ungkap Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, yang juga sebagai Komisaris Utama Bank Nagari Ir Benny Warlis, MM, melalui Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Sumbar, Hefdi, SH MSi, Minggu (20/6), di Padang.
Benny Warlis menyampaikan, kegiatan kunjungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah tersebut maksud utamanya, silahturrahim dan mengajak dukungan dari deposan Bank Nagari selama ini, agar tidak menarik dananya. Jika perlu menambah dananya, ketika Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah.
“Lima Deposan Bank Nagari yang dikunjungan Gubernur Sumbar Mahyeldi, pada hari Kamis lalu (17/6) di Jakarta. Semuanya menyatakan dukungannya sepenuh kepada Bank Nagari Syariah, sebagaimana penempatan dana, juga ratenya tetap sama,” ungkap Benny Warlis.
Pada Kamis lalu, Mahyeldi Ansharullah juga berkesempatan berkunjung ke Bank Syariah Indonesia (BSI) di Jakarta. Kehadirannya diterima langsung oleh Direktur BSI, Heri Kusnadi.
“Pada kesempatan itu juga selaku Bank Syariah merger dari Bank Syariah BRI dan BNI yang sudah cukup besar, memberikan dukungan penuh,” ujarnya.
Ia juga mengatakan, BSI menyambut baik dan mendukung penuh konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah, dan akan memberikan bantuan dari sisi sumber daya manusia. Selain itu dukungan juga dengan memberikan bantuan teknologi dan juga magang-magang serta pelatihan-pelatihan yang diperlukan.
Bank Nagari Syariah bukan kompetitor akan tetapi maju bersama dengan BSI untuk membangun Bank Syariah di Indonesia.
Mahyeldi Ansharullah juga pada hari yang sama, melakukan kunjugan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Kehadirannya disambut oleh Kepala BPKH, Iskandar Zulkarnain.
BPKH telah menempatkan dana di Bank Nagari. Dengan kedatangan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan rencana konversi Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah, juga menjadi perhatian dan mendapat dukungan besar.
BPKH juga akan menambah penempatan dana serta juga akan mencarikan solusi, jika nanti ada hal-hal yang terjadi dalam menerapakan system bank syariah.
“BPKH juga akan membantu dan mencari solusi, sehingga tidak ada kekhawatiran nantinya. Kepada para nasabah Bank Nagari selama ini, jika nanti menjadi Bank Nagari Syariah akan sama saja tidak perlu dikhawatirkan,” ungkap Benny Warlis.
Benny Warlis juga menyampaikan harapan Gubernur Sumbar. Selain upaya yang dilakukan untuk melakukan terobosan, namun juga diharapkan dukungan juga dari Bupati dan Walikota se Sumbar dan juga masyarakat.
“Kita juga berharap ada peran dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar, kementerian agama, institusi keagamaan, untuk bersama-sama menyosialisasikan. Bahwa Bank Nagari Syariah menguntungkan dan berkah. Masyarakat tidak perlu khawatir,” ajaknya.
“Jika nanti tanggal 22 Juni 2021, akan diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Nagari, salah satu agenda menyampaikan progress Bank Nagari menjadi Bank Nagari Syariah. Semoga semuanya dapat berjalan lancar,” harapnya.
Kunjungan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah ke BSI dan BPKH ini didamping oleh, Benny Warlis sebagai Komisaris Utama, Direktur Operasional Bank Nagari, Syafnizon, Kepala Cabang Bank Nagari Jakarta, Pengurus MES, Dr Ahmad Wira dan Mulyadi Muslim Lc MA. Setiap kunjungan selalu didampingi MES dan selalu memberikan masukan untuk kelancaran konversi Bank Nagari tersebut. (fan/adv)





